Realisasi Investasi Lombok Tengah Tembus Rp2,05 Triliun
- 15 Jun 2026 11:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Realisasi investasi di Kabupaten Lombok Tengah pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai Rp2,059 triliun. Capaian tersebut setara dengan 64,67 persen dari target investasi yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Tengah, Dalilah, mengatakan angka tersebut berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang telah diterima pihaknya.
“Untuk triwulan pertama 2026, investasi yang masuk ke Lombok Tengah sudah mencapai Rp2,059 triliun. Berdasarkan data LKPM, capaian ini sudah mencapai 64,67 persen dari target investasi dalam RPJMD,” ujarnya, Senin 15 Juni 2026.
Menurut Dalilah, capaian tersebut menunjukkan tren investasi yang sangat positif. Bahkan, pihaknya optimistis realisasi investasi hingga akhir tahun akan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, di triwulan pertama saja sudah mencapai lebih dari 64 persen. Kami optimistis pada triwulan keempat nanti realisasinya bisa melampaui target yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Dari total investasi yang masuk, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dibandingkan Penanaman Modal Asing (PMA). Nilai PMDN tercatat sekitar Rp1,5 triliun, sementara PMA mencapai sekitar Rp561 miliar.
Selain melampaui target RPJMD, capaian investasi tersebut juga telah memenuhi lebih dari separuh target investasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Target investasi Lombok Tengah dalam RPJMD sebesar Rp3,1 triliun, sedangkan target dari provinsi Rp4 triliun. Untuk target provinsi, saat ini sudah tercapai sekitar 51 persen,” ujarnya.
Dalilah menambahkan, pertumbuhan investasi di Lombok Tengah dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sepanjang periode 2021 hingga 2025, total realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp17,12 triliun dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 34,58 persen.
“Ini menunjukkan iklim investasi di Lombok Tengah cukup baik dan terus berkembang. Karena itu kami sangat optimistis target tahun ini bisa tercapai bahkan terlampaui,” ujarnya.
Ia mengakui sebagian besar investasi masih terkonsentrasi di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Pujut yang menjadi kawasan utama pengembangan pariwisata. Selain itu, investasi juga cukup berkembang di wilayah Praya Barat dan Praya Barat Daya.
“Sebagian besar investasi memang berada di Pujut. Kalau dilihat dari sektornya, sekitar 89 sampai 90 persen masih bergerak di bidang pariwisata,” ujarnya.
Menurut Dalilah, tingginya minat investor ke wilayah selatan tidak terlepas dari pesatnya perkembangan kawasan pariwisata yang mampu menarik pelaku usaha untuk ikut berinvestasi.
“Biasanya investor melihat daerah yang berkembang pesat. Karena perkembangan di wilayah selatan sangat signifikan, maka investor lain ikut tertarik mengembangkan usahanya di sektor yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, wilayah utara Lombok Tengah dinilai memiliki karakteristik yang berbeda karena lebih didominasi sektor pertanian dan kawasan hutan. Meski demikian, sektor tersebut tetap memiliki peran penting sebagai penunjang perkembangan pariwisata di daerah.
“Wilayah utara memang basisnya pertanian dan sebagian kawasan hutan. Namun sektor tersebut sebenarnya menjadi pendukung bagi perkembangan pariwisata di Lombok Tengah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....