Lombok Timur Catat Pertumbuhan Ekonomi Tujuh Persen Non Tambang
- 07 Jun 2026 07:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Di tengah tantangan ekonomi nasional dan dinamika situasi global yang masih berlangsung, Kabupaten Lombok Timur berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Capaian tersebut dibuktikan melalui data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan menjadi salah satu indikator positif perkembangan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Yayasan Shirotul Khair Ambung di Masbagik Timur, Sabtu, 6 Juni 2026. Bupati menjelaskan bahwa untuk wilayah Pulau Lombok, Lombok Timur mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan capaian sebesar 7 persen di luar sektor pertambangan.
"Kabupaten Sumbawa Barat memang mencatat pertumbuhan hingga 30 persen, namun hal itu dipicu oleh sektor industri atau smelter emas PT Amman Mineral. Sementara di Lombok Timur, penggerak utamanya adalah sektor pertanian," ujar Bupati.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bupati mengimbau seluruh masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan sesuai kondisi saat didatangi petugas BPS dalam pelaksanaan sensus ekonomi. Menurutnya, data yang dihimpun akan menjadi dasar pemerintah dalam memetakan kondisi perekonomian masyarakat.
"Tidak hanya memetakan kondisi perekonomian masyarakat, namun juga tingkat kemiskinan ekstrem, kemiskinan, dan masyarakat yang tergolong tidak miskin," ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya data yang akurat agar pemerintah dapat menyusun kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran. "Jangan memberikan data yang tidak sesuai kenyataan karena data tersebut akan digunakan pemerintah untuk mengukur kondisi masyarakat dan menentukan prioritas kebijakan pembangunan ke depan," ucapnya.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tuan Guru yang selama ini tidak pernah surut semangat dalam membina dan mengembangkan pendidikan di Lombok Timur. Ini termasuk mendukung kemajuan Lombok Timur ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....