Kredit Macet Hanya 0,02 Persen, Program Pinjaman tanpa Bunga KLU Dinilai Sukses
- 01 Jun 2026 06:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Program pinjaman tanpa bunga yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak hanya berhasil memperluas akses permodalan masyarakat, tetapi juga mencatat tingkat kredit bermasalah yang sangat rendah.
Sejak diluncurkan pada 2022, program hasil kerja sama Pemkab KLU dengan PT BPR NTB tersebut telah menyalurkan kredit sebesar Rp21,3 miliar kepada pelaku UMKM dan sektor pertanian di berbagai wilayah Lombok Utara.
Direktur BPR NTB, Faisal, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa program berjalan efektif sekaligus mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
“Respons nasabah sangat positif, bahkan banyak nasabah lama yang sudah lunas ingin mengajukan kembali. Namun, prioritas kami adalah pemerataan agar masyarakat lain juga bisa merasakan manfaatnya,” katanya, Jumat 29 Mei 2026.
Menurut Faisal, salah satu indikator keberhasilan program terlihat dari tingginya tingkat kedisiplinan nasabah dalam mengembalikan pinjaman. Angka kredit macet tercatat sangat rendah dibandingkan rata-rata program pembiayaan sejenis.
“Budaya masyarakat di KLU ini luar biasa, mereka malu kalau menunggak. Angka nasabah yang tidak lancar sangat kecil, hanya sekitar 0,02 persen,” ujarnya.
Ia menilai rendahnya tingkat kredit bermasalah menjadi bukti bahwa program tersebut tidak hanya tepat sasaran secara ekonomi, tetapi juga didukung oleh kesadaran dan tanggung jawab masyarakat penerima manfaat.
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kembali mengalokasikan subsidi bunga sebesar Rp2 miliar untuk memastikan program tetap berjalan. Dana tersebut digunakan untuk menanggung bunga pinjaman sehingga masyarakat hanya perlu mengembalikan pokok kredit yang diterima.
Dengan dukungan anggaran yang terus berlanjut dan tingkat pengembalian pinjaman yang tinggi, program kredit tanpa bunga di Lombok Utara dinilai menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....