BI NTB Temukan 183 Lembar Uang Palsu, Pecahan Rp100 Ribu Mendominasi
- 08 Mei 2026 15:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat temuan 183 lembar uang palsu hingga April 2026. Temuan tersebut didominasi pecahan Rp100 ribu yang mencapai 111 lembar.
Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas mengatakan, selain pecahan Rp100 ribu, pihaknya juga menemukan 71 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu dan satu lembar pecahan Rp20 ribu.
“Temuan uang palsu sampai April 2026 sebanyak 183 lembar. Sebagian besar didominasi pecahan Rp100 ribu,” ujar Hario, saat memaparkan materi pada kegiatan bincang bareng media (BBM), yang tergabung pada Forum Wartawan Ekonomi (FWE) NTB, di Mataram, Jum'at 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan, seluruh temuan tersebut berasal dari laporan perbankan yang menemukan uang diragukan keasliannya dalam aktivitas transaksi masyarakat.
Menurut Hario, maraknya kasus penggunaan uang palsu maupun uang mainan yang sempat ditemukan di pasar dan pusat keramaian menjadi perhatian serius Bank Indonesia. Karena itu, BI terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali keaslian rupiah.
“Kami terus memberikan edukasi terkait ciri-ciri keaslian rupiah. Yang kami edukasi adalah ciri keaslian rupiah, bukan ciri uang palsu,” katanya.
BI NTB juga memperkuat sinergi dengan perbankan dalam proses klarifikasi uang yang diragukan keasliannya. Jika ditemukan uang mencurigakan, pihak bank akan menyerahkannya kepada Bank Indonesia untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain melalui perbankan, edukasi juga dilakukan ke sekolah, asosiasi pedagang, masyarakat umum, hingga aparat penegak hukum. BI NTB juga akan memperluas sosialisasi melalui media massa, baik media cetak, radio, maupun televisi.
Hario berharap meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap ciri keaslian rupiah dapat mempersempit ruang gerak pelaku penyebaran uang palsu. “Semakin masyarakat memahami ciri keaslian rupiah, maka ruang gerak para pelaku penyebaran uang palsu akan semakin sempit,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....