103 Ribu Anak Terhubung Pinjol, Wagub NTB Serukan Menabung sejak Dini

  • 29 Agt 2026 16:03 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri mendorong pelajar membiasakan menabung sejak dini sebagai bekal kemandirian finansial dan perlindungan dari pinjaman online ilegal.
  • Sepanjang 2026, sebanyak 12.063 rekening SimPel baru dibuka di NTB dengan total tabungan mencapai Rp300 miliar.

RRI.CO.ID, Mataram - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri menyoroti maraknya kejahatan keuangan digital yang mengancam generasi muda. Ia mendorong budaya menabung sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya membangun kemandirian finansial pelajar.

Pesan itu disampaikan Indah saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tingkat Provinsi NTB 2026 di Gelanggang Pemuda Mataram, Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 pelajar dari berbagai daerah di NTB.

Indah mengatakan kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan pemahaman pengelolaan keuangan. Menurut dia, pelajar perlu dibekali kemampuan membedakan layanan keuangan legal dan ilegal agar tidak terjebak pinjaman online maupun judi online.

“Bayangkan, sekitar 6,5 persen kredit macet di Nusa Tenggara Barat berkaitan dengan pinjaman online. Lebih memprihatinkan lagi, PPATK mengungkap lebih 103 ribu anak dan remaja di Indonesia telah terhubung dengan transaksi ini,” kata Indah.

Menurut Indah, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi orang tua, sekolah, dan pemerintah. Budaya menabung dinilai dapat melatih kedisiplinan sekaligus membentuk kebiasaan mengelola uang secara bertanggung jawab.

Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, juga memperkuat upaya pencegahan melalui regulasi daerah tentang fasilitasi pencegahan dan penanggulangan pinjaman atau pendanaan berbasis teknologi informasi secara ilegal serta judi online.

Upaya memperkuat literasi keuangan juga dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB melalui program Kejar atau Satu Rekening Satu Pelajar, termasuk Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel).

Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo mengatakan kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan finansial generasi muda.

“Kita tumbuhkan kebiasaan menabung ini agar adik-adik semua nanti sejahtera. Semoga dengan adanya SimPel ini, adik-adik biasa menabung dan lebih sejahtera di kemudian hari,” ujarnya.

Data OJK NTB mencatat 12.063 rekening SimPel baru dibuka sepanjang 2026. Total akumulasi tabungan dalam program tersebut mencapai sekitar Rp300 miliar.

Indah mengapresiasi OJK, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), industri perbankan, dan satuan pendidikan yang terlibat dalam gerakan menabung. Ia meminta program literasi dan inklusi keuangan diperluas hingga sekolah-sekolah di wilayah pelosok NTB.

“Kedisiplinan mengelola keuangan sejak sekolah merupakan investasi karakter untuk menyiapkan generasi NTB yang mandiri, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Indah.

Puncak HIM 2026 juga dirangkai dengan kompetisi cerdas keuangan menggunakan platform Kahoot. SMPN 1 Mataram meraih juara pertama dan kedua tingkat SMP/MTs, sedangkan SMPN 2 Mataram meraih juara ketiga.

Untuk tingkat SMA/MA, MAN 2 Mataram menyapu bersih juara pertama, kedua, dan ketiga.

OJK NTB turut memberikan penghargaan kepada MTsN 2 Mataram sebagai Sekolah Teraktif, SMAN 1 Sumbawa sebagai penerima penghargaan Kampanye Budaya Menabung Terbaik, serta MTsN 1 Mataram sebagai Kontingen Yel-Yel Teraktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....