Stabilitas Harga Bahan Pokok di NTB Lewat GPM

  • 20 Sep 2025 04:20 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) berhasil menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar, khususnya di Pasar Kebon Roek, Mataram. Pasca perayaan Maulid, yang sebelumnya menyebabkan lonjakan harga sementara, kini harga bahan pokok di pasaran kembali stabil berkat upaya pemerintah yang terus memantau pasokan serta pengendalian inflasi.

Menurut data dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB, harga rata-rata bahan pokok yang diperdagangkan di Pasar Kebon Roek pada 19 September 2025 menunjukkan kecenderungan stabil. Beberapa komoditas seperti beras medium, yang dijual dengan harga Rp 14.250 hingga Rp 16.000 per kilogram, serta minyak goreng, yang dibanderol Rp 14.000 hingga Rp 15.700 per liter, tetap berada dalam kisaran harga wajar. Begitu pula dengan harga cabai, yang kini diperdagangkan di harga Rp 39.900 per kilogram untuk cabai merah keriting, dan harga cabai merah besar sekitar Rp 32.267 per kilogram.

Pedagang di Pasar Kebon Roek, Ahmad Junaidi mengungkapkan bahwa meskipun ada sedikit fluktuasi harga bahan pokok, para pedagang tidak mengalami perubahan signifikan dalam harga jual. Ia juga menyebutkan bahwa meski cuaca tidak menentu, pembeli tetap ramai terutama menjelang dan setelah jam makan siang.

“Pagi ramai, siang sekitar jam 12 baru sepi, tapi sore hari kembali ramai. Harganya tetap stabil meskipun cuaca tidak menentu,” ujar Ahmad saat ditemui, Jum'at (19/9/2025).

Selain itu, Saniati, seorang pedagang sayur, menambahkan bahwa beberapa bahan pokok, seperti tomat, telah mengalami penurunan harga yang signifikan. Harga tomat yang sempat mencapai Rp 10.000 per kilogram kini telah turun menjadi sekitar Rp 5.000 per kilogram. “Harga cabai yang sebelumnya hampir menyentuh Rp 50.000 per kilogram kini turun sekitar Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogram,” ujarnya.

Masyarakat juga merasakan manfaat dari kestabilan harga bahan pokok. Salvia, seorang pembeli di Pasar Kebon Roek, menyatakan bahwa meskipun harga barang naik atau turun, masyarakat tetap harus membeli kebutuhan pokok. “Kami berharap harga-harga ini tetap turun dan stabil, karena ini kebutuhan sehari-hari kami,” kata Salvia.

Langkah pemerintah NTB dalam menggelar Gerakan Pangan Murah dinilai efektif dalam menanggulangi inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Diharapkan, program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasar tradisional.

Upaya pengawasan yang berkelanjutan terhadap pasokan dan distribusi bahan pokok, serta kerjasama antara pemerintah dan pedagang pasar, menjadi kunci dalam memastikan kestabilan harga yang menguntungkan bagi seluruh pihak, baik konsumen maupun pelaku usaha.

Penulis: Dian Ferdinawan Mahasiswa PKL UIN Mataram di RRI Mataram

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....