Dukungan Perbankan Bagi Dampak Festival Syariah Berpotensi Mengalir
- 08 Jun 2025 23:56 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Dukungan perbankan kepada dampak dari festival syariah di daerah berpotensi terus mengalir. Optimisme itu didukung oleh telah terbentuknya bank umum syariah melalui proses adanya spin off atau pemisahan unit usaha syariah yang berpotensi meningkatkan pembiayaan industri perbankan syariah.
Pemisahan akan lebih mengefisienkan tugas perbankan. Perbankan itu akan lebih fokus kepada perekonomian syariah.
“Kita tahu, bank syariah sebelumnya bergabung, dan menjadi yang terbesar di Indonesia. Harapannya bisa lebih efisien dan fokus pada kinerja bank syariah, dan pengembangan usaha syariah,” kata Andhi Wahyu, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB di tengah Press Conference Lombok Sharia Festival (LSF) 2025, Sabtu (7/6/2025).
Andhi mengatakan, kolaborasi dengan OJK pun akan terus disinergikan. Sinergi ini setelah melihat indeks literasi ekonomi syariah di Indonesia yang masih di angka 23,3 persen. Kemudian indeks literasi keuangan syariah yang 9,14 persen.
Juga indeks inklusi keuangan syariah di Indonesia di angka 12,2 persen, dan pangsa aset keuangan syariah 10,94 persen. Pangsa pasar perbankan syariah di angka 7 persen.
“Ini tantangan besar oleh karena 80 penduduk Indonesia adalah masyarakat Muslim,” kata Andhi.
Menurut Andhi, diseminasi informasi dan edukasi tentang keuangan syariah penting untuk dilakukan. Agar perkembangan ekonomi syariah semakin dikenal.
Andhi mengatakan, dalam rangka mensukseskan tujuan itu, pengunjung Lombok Sharia Festival (LSF) 2025 bisa mengunjungi area Bank Indonesia yang ada di lokasi LSF 2025 atau di Lombok Epicentrum Mall. Di dalam area ada informasi tentang perkembangan ekonomi syariah, pengembangan ekonomi syariah di NTB.
Andhi menambahkan, NTB memiliki potensi yang besar sebagai lokasi pengembangan ekonomi syariah melalui keberadaan pondok pesantren. Eksistensi pondok pesantren membuka peluang besar meningkatnya kepedulian terkait halal value chain atau rantai nilai halal.
Seiring dengan harapan Bank Indonesia ketika event syariah berlangsung mampu menjadi wadah bagi para pelaku usaha, pegiat ekonomi syariah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedualian terkait halal value chain.
“Bukan hanya pakaian, keberadaan Rumah Potongan Hewan (RPH) di Lombok menjadi bagian dari ekosistem pengalaman yang menegaskan halal tourism. Konsep yang bisa dipraktikan dan dikembangkan di NTB,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....