Lombok Timur Paparkan Program Inklusi Keuangan pada Assessment TPAKD Award

  • 24 Jul 2026 18:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengikuti tahapan Virtual Assessment Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026 tingkat nasional. Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, jajaran OPD, serta para pemangku kepentingan sektor keuangan daerah, sementara Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin turut bergabung secara virtual memberikan arahan dan dukungan.

Dalam paparannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan komitmen pemerintah daerah memperluas akses keuangan masyarakat melalui berbagai program, di antaranya penyaluran bantuan UMKM sebesar Rp20 miliar, kelanjutan Program Lotim Berkembang berupa subsidi bunga pinjaman bagi pelaku usaha pertanian dan perkebunan, serta Gerakan Satu Santri Satu Rekening.

Bupati juga menyoroti peran Baznas Lombok Timur yang kini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi pemuda, dengan capaian penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang meningkat dari Rp10–12 miliar pada 2025 menjadi Rp24 miliar pada 2026.

"Kami berkomitmen memperkuat akses keuangan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung pelaku UMKM, petani, peternak, hingga lingkungan pondok pesantren. Tujuan akhirnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menurunkan angka kemiskinan di Lombok Timur," ujar Haerul Warisin.

Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya menambahkan pertumbuhan ekonomi Lombok Timur meningkat signifikan dari 4,93 persen pada 2025 menjadi 7,93 persen pada triwulan pertama 2026 berdasarkan data BPS. Meski demikian, angka kemiskinan yang masih berada di level 13,53 persen menjadi tantangan sehingga penguatan akses keuangan dipandang sebagai strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Dalam presentasi tersebut, Pemkab Lombok Timur juga memaparkan tiga program unggulan TPAKD, yakni Program Lotim Berkembang, Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), dan Program Rekening Pelajar. Program Lotim Berkembang telah menjangkau 14.564 nasabah sektor peternakan hingga 2025 dengan tingkat kredit bermasalah yang tetap rendah, sementara dukungan bagi UMKM dilakukan melalui pembiayaan KUR dan penyelenggaraan Car Free Night yang berhasil meningkatkan omzet puluhan pelaku usaha disertai edukasi transaksi digital.

Program EPIKS terus diperluas untuk meningkatkan akses keuangan syariah di lingkungan pondok pesantren, sedangkan Program Rekening Pelajar telah menjangkau sekitar 308 ribu pelajar dengan total saldo mencapai Rp76 miliar.

"Pemerintah daerah juga memperkuat sinergi dengan Baznas melalui Program Petani Mustahik yang mendukung budidaya jagung di lahan 50 hektare serta mengintegrasikan Program Desa Berdaya dengan bantuan sosial dan kewirausahaan bagi masyarakat miskin ekstrem agar dapat terlibat dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," imbuhnya

Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menjelaskan pemerintah daerah terus memperkuat pendampingan pada sektor peternakan melalui pendekatan persuasif yang melibatkan OPD teknis hingga Satpol PP. Menurutnya, penguatan literasi keuangan syariah melalui Program EPIKS juga menunjukkan hasil positif dengan nilai akses keuangan yang meningkat tajam berkat dukungan Dinas Pendidikan dan pengawasan DPRD.

Pada akhir sesi, Asisten Deputi Inklusi Keuangan dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo mengapresiasi berbagai inovasi yang dipaparkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

"Kami berharap seluruh program TPAKD Kabupaten Lombok Timur dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....