Keuangan Syariah Tumbuh Positif di NTB Untuk Indonesia

  • 08 Jun 2025 12:59 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Visi keuangan syariah di Indonesia terus menemukan titik cerah. NTB merupakan bagian dari pangsa pasar keuangan syariah di Tanah Air yang terus menunjukan pertumbuhan positif.

Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 2024, total aset keuangan syariah Indonesia (dalam hal ini tidak termasuk saham syariah), yaitu mencapai 2,9 triliun rupiah. Khusus untuk sektor perbankan rata-rata aset perbankan syariah tumbuh sekitar 12 persen per tahun selama lima tahun terakhir.

“Per Desember 2024, aset perbankan syariah telah mencapai 980 triliun rupiah,” kata Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB Andhi Wahyu di Press Conference Lombok Sharia Festival (LSF) 2025 di Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (7/6/2025).

LSF 2025 menampilkan fashion show karya 25 desainer busana muslim yang merupakan anggota Hijabersmom Community (HmC) dari NTB maupun dari luar NTB. Eksebisi berupa produk fashion kerajinan dari para mom-preneur yang merupakan anggota HmC maupun pengusaha lainnya.

Wahyu mengatakan, khusus di Nusa Tenggara Barat, aset perbankan syariah juga menunjukan pertumbuhan positif. Total aset perbankan syariah di NTB mencapai 27,4 triliun pada triwulan satu tahun 2025 atau naik sebesar 8,25 persen YoY dibanding triwulan satu tahun 2024 yang sebesar 25,7 triliun rupiah.

Selanjutnya, dalam rangka mendukung visi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Bank Indonesia secara aktif menjalankan peran sebagai akselerator, inisiator, dan regulator, dalam perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satu strategi yang dijalankan oleh Bank Indonesia adalah penguatan halal life style melalui penyelenggaraan event berskala lokal, regional, nasional, dan internasional. Diantaranya, Festival Syariah KTI di Pontianak 2025. Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta 2025.

Di NTB, Bank Indonesia secara rutin menyelenggarakan Event Road to Festival Kawasan Timur Indonesia. NTB merupakan bagian dari KTI.

Selanjutnya, pada tahun ini, Bank Indonesia kembali bekerja sama dengan HmC Lombok. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pelaku usaha, pegiat ekonomi syariah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terkait halal value chain atau rantai nilai halal.

Di LSF 2025, ada agenda utama sharia festival, sharia forum, gerakan wakaf, workshop, aneka pengembangan experience place, kegiatan edukasi lainnya. Melalui event ini, Bank Indonesia berharap, menjadi sarana peningkatan kapasitas akses bagi pelaku usaha syariah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....