Kualitas Membaik, Harga Tembakau Lotim Diproyeksi Naik
- 04 Okt 2026 12:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur ( Lotim) mencatat luas tanam tembakau tahun ini mencapai sekitar 24 ribu hektare, meliputi tembakau virginia dan tembakau rakyat. Kondisi tembakau tahun ini secara umum lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari sisi kualitas.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Timur, Mirza Sophian, mengatakan kondisi cuaca yang lebih mendukung membuat kualitas tembakau virginia tahun ini cenderung lebih baik. Berbeda dengan tahun lalu ketika hujan masih turun hingga masa panen dan proses pengovenan sehingga banyak tembakau mengalami perubahan warna menjadi kecokelatan.
“Secara umum kualitas tembakau tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu karena kondisi cuaca lebih mendukung, terutama saat panen dan proses pengovenan,” ujar Mirza, Minggu 4 Oktober 2026.
Mirza menyebut sebagian besar tembakau petani di Lombok Timur saat ini memiliki kualitas yang cukup bagus. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya tembakau petani yang diterima oleh perusahaan Djarum, yang dikenal cukup selektif dalam menerima tembakau, sehingga banyaknya tembakau petani yang diterima menjadi salah satu indikasi membaiknya kualitas produksi tahun ini.
"Dalam beberapa hari terakhir antrian panjang kendaraan pembawa tembakau yang akan masuk ke perusahaan Djarum, membuat kemacetan jalan raya," ujarnya
Dikatakan Mirza, hingga saat ini terdapat sekitar 34 perusahaan yang telah terdata melakukan aktivitas pembelian tembakau di Lombok Timur. Namun, tidak seluruh perusahaan tersebut membuka pembelian setiap tahun, sementara tembakau yang mengalami perubahan warna menjadi kecokelatan saat ini jumlahnya sangat kecil dan hampir tidak ditemukan dalam jumlah signifikan.
“Kalau melihat perkembangan pembelian dan kualitas yang ada sekarang, kami memperkirakan harga tembakau tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Dari sisi harga, Mirza memperkirakan harga tembakau tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Harga rata-rata baru dapat diketahui setelah seluruh proses pembelian selesai, namun harga tertinggi diperkirakan bisa mencapai Rp60 ribu per kilogram atau lebih.
“Untuk harga tertinggi, proyeksinya bisa mencapai Rp60 ribu per kilogram atau bahkan lebih, meskipun harga rata-rata keseluruhan baru bisa diketahui setelah pembelian selesai,” jelasnya.
Kondisi harga yang lebih baik turut memberikan peluang peningkatan pendapatan petani. Namun, menurut Mirza, peningkatan harga belum otomatis membuat petani menganggap keuntungan mereka besar karena biaya produksi juga mengalami kenaikan, terutama untuk sewa lahan dan upah tenaga kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....