Ekspor NTB Januari-Agustus 2026 Melonjak 296,28 Persen, Impor Anjlok 74,12 Persen

  • 01 Okt 2026 15:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan peningkatan signifikan pada sisi ekspor sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Nilai ekspor NTB mencapai US$1,69 miliar, atau melonjak 296,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, mengatakan, khusus pada Agustus 2026, nilai ekspor NTB mencapai US$172,92 juta. Angka ini meningkat 68,41 persen dibandingkan nilai ekspor Agustus 2025.

“Nilai ekspor NTB pada Januari sampai Agustus 2026 mencapai US$1.690,92 juta, meningkat 296,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Wahyudin, Kamis 1 Oktober 2026.

Struktur ekspor NTB pada Agustus 2026 masih didominasi komoditas tembaga dengan nilai US$155,36 juta atau sekitar 89,85 persen dari total ekspor.

Komoditas ekspor terbesar berikutnya adalah perhiasan dan permata sebesar US$9,89 juta atau 5,72 persen, ikan dan udang US$3,96 juta atau 2,29 persen, buah-buahan US$1,49 juta atau 0,86 persen, serta kendaraan dan bagiannya sebesar US$1,35 juta atau 0,78 persen.

Dari sisi negara tujuan, ekspor NTB pada Agustus 2026 paling banyak ditujukan ke Tiongkok, dengan kontribusi 38,04 persen. Berikutnya Malaysia 25,84 persen, Thailand 14,51 persen, Taiwan 6,68 persen, dan Vietnam 6,26 persen. Sementara negara tujuan lainnya menyumbang 8,68 persen.

Berbeda dengan ekspor, nilai impor NTB justru mengalami penurunan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, nilai impor tercatat US$48,69 juta, turun 74,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Pada Agustus 2026, nilai impor bahkan hanya mencapai US$0,81 juta, atau turun 95,22 persen dibandingkan Agustus 2025.

Komoditas impor terbesar pada Agustus 2026 adalah mesin-mesin atau pesawat mekanik senilai US$428,44 ribu atau 52,69 persen. Berikutnya mesin dan peralatan listrik US$117,72 ribu atau 14,48 persen, kendaraan dan bagiannya US$66,58 ribu atau 8,19 persen.

Kemudian benda-benda dari besi dan baja sebesar US$49,81 ribu atau 6,13 persen, serta besi dan baja sebesar US$47,66 ribu atau 5,86 persen.

Untuk negara asal impor, Tiongkok menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi 41,24 persen, disusul Australia 40,07 persen, Singapura 7,99 persen, India 5,28 persen, Selandia Baru 2,84 persen, dan Inggris 2,58 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....