NTB Kembali Ekspor Ketak-Rotan Lombok Senilai Rp500 Juta ke Asia-Eropa

  • 24 Agt 2026 16:43 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • PT Fatih Craft Lombok kembali mengekspor produk ketak dan rotan senilai sekitar Rp500 juta ke Jerman, Belgia, dan Malaysia.
  • Ekspor ini menjadi pengiriman internasional kelima dan menunjukkan kerajinan Lombok semakin mampu bersaing di pasar global.
  • Pemprov NTB akan memperkuat pelatihan perajin karena permintaan ekspor meningkat, sementara jumlah perajin masih terbatas.

RRI.CO.ID, Mataram - Kerajinan ketak dan rotan asal Pulau Lombok kembali menembus pasar internasional. PT Fatih Craft Lombok, perusahaan kerajinan berbasis di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, mengekspor produk home decor senilai sekitar Rp500 juta ke Jerman, Belgia, dan Malaysia.

Pelepasan kontainer senilai US$27.000 atau sekitar Rp500 juta itu dilakukan di Gedung Bale Kita, Kawasan Islamic Center Mataram, Senin, 24 Agustus 2026. Ekspor ini menjadi pengiriman internasional kelima PT Fatih Craft Lombok.

Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal mengatakan keberhasilan produk ketak dan rotan masuk pasar Eropa menunjukkan kerajinan lokal memiliki peluang bersaing di pasar global.

"Menembus pasar Uni Eropa tidak mudah. Ada standar kurasi yang ketat, mulai dari mutu produk, kepedulian lingkungan, hingga pemberdayaan sosial," kata Sinta.

Menurutnya, ada hal menarik di balik keberhasilan PT Fatih Craft mendapatkan pembeli dari luar negeri. Perusahaan tersebut tidak mengandalkan pameran internasional, melainkan memanfaatkan media sosial Facebook.

"Cara mereka mendapatkan buyer cukup out of the box. Saya berpikir untuk ekspor harus ikut pameran ke sana-sini, ternyata beliau ini mendapatkan buyer-nya dari Facebook," ujarnya.

Sinta menilai strategi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan digital bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Ia mendorong perajin yang belum menguasai bahasa asing untuk melibatkan pemuda desa atau karang taruna dalam mengelola media sosial.

Selain pemasaran, Sinta meminta perajin mempertahankan identitas Lombok dalam setiap produk yang dipasarkan ke luar negeri. Identitas lokal, kata dia, harus menjadi kekuatan produk, bukan sekadar ornamen.

"Semoga ini sustain, produknya terjaga, kualitasnya terjaga, dan bisa memotivasi teman-teman perajin lain. Sehingga Makmur Mendunia tidak sekadar jargon, tapi bisa kita realisasikan dari sekarang," kata dia.

Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha kerajinan yang ingin masuk pasar ekspor.

Fasilitasi yang disiapkan antara lain pengurusan Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin, pendaftaran merek dan hak cipta, hingga penyediaan sampel produk bagi calon pembeli dari luar negeri.

Namun, peningkatan permintaan pasar justru menghadirkan persoalan baru. Jumlah perajin yang mampu memenuhi kebutuhan produksi masih terbatas.

"Permintaan semakin banyak tapi jumlah perajinnya masih kurang," ujar Wiranata.

Disperindag NTB, kata dia, akan mendorong pelatihan untuk mencetak perajin baru di kabupaten dan kota. Penguatan di sektor hulu dinilai penting agar industri kerajinan tidak hanya mampu mendapatkan pesanan, tetapi juga sanggup memenuhi permintaan secara berkelanjutan.

Direktur PT Fatih Craft Lombok H. Sapriadi mengatakan ekspor tersebut merupakan hasil kerja panjang para perajin lokal dalam menjaga kualitas dan mengembangkan kreativitas berbasis kearifan lokal.

Menurut Sapriadi, produk home decor berbahan alam selama ini lebih dikenal berasal dari Bali dan Yogyakarta. Kini, Lombok mulai menunjukkan kemampuan bersaing dengan produk dari sentra kerajinan tersebut.

"Dengan kerja keras kita semua, kerajinan ketak-rotan ini bisa dikenal langsung ke mancanegara, seperti Jerman, Belgia, dan Malaysia," kata Sapriadi.

Pelepasan ekspor ditandai dengan penyerahan Certificate of Origin dan pemecahan kendi oleh Ketua Dekranasda NTB bersama jajaran. Ekspor ini menjadi salah satu penanda bahwa produk berbasis bahan alam dari Lombok mulai mengambil tempat di pasar Asia hingga Eropa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....