Sumbawa Perkuat Hilirisasi Garam untuk Kebutuhan Nasional
- 01 Okt 2026 15:42 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa — Pemerintah Kabupaten Sumbawa, memperkuat langkah pengembangan kawasan pergaraman untuk mendorong hilirisasi sekaligus mendukung kebutuhan garam nasional. Pemkab Sumbawa membahas hasil kajian awal pengembangan kawasan pergaraman bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu 30 September 2026.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, menghadiri langsung pembahasan tersebut setelah mengikuti audiensi bersama Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Agenda itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumbawa memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan potensi pergaraman di daerah.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, dalam keterangannya, Kamis 1 Oktober 2026, mengatakan pemerintah daerah ingin mengembangkan kawasan pergaraman secara lebih terarah. Pemkab Sumbawa mendorong hilirisasi, agar sektor garam tidak hanya mengandalkan produksi bahan baku, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.
“Pengembangan kawasan pergaraman merupakan bagian penting dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani garam, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa dalam mendukung kebutuhan garam nasional,” kata Jarot.
Menurutnya, potensi pergaraman Sumbawa dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan garam nasional. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kajian dan perencanaan. Agar, pengembangan kawasan memiliki arah yang jelas, serta mampu menjawab kebutuhan industri dan pasar.
Pembahasan bersama BRIN membahas hasil kajian awal pengembangan kawasan pergaraman Sumbawa. Pemkab Sumbawa menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat koordinasi. Sekaligus untuk mematangkan usulan pengembangan kawasan, sebagai bagian dari penguatan usulan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Jarot mengatakan, pengembangan kawasan pergaraman membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan BRIN, untuk memastikan setiap tahapan pengembangan memiliki dasar kajian yang kuat.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BRIN, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ini dapat dikembangkan secara terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hilirisasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kawasan pergaraman. Pemerintah daerah ingin meningkatkan nilai ekonomi komoditas garam melalui pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan aktivitas produksi dan pengolahan.
Selain mengejar peningkatan produksi, Pemkab Sumbawa juga menempatkan petani garam sebagai bagian penting dalam pengembangan kawasan. Pemerintah daerah ingin meningkatkan produktivitas petani, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pengelolaan potensi garam secara lebih optimal.
Jarot juga mendorong, agar pengembangan kawasan pergaraman berjalan sejalan dengan kebutuhan nasional. Menurutnya, potensi daerah perlu dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan pasokan garam. Sehingga Sumbawa dapat mengambil peran lebih besar, dalam mendukung ketersediaan garam nasional.
Pemkab Sumbawa selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, BRIN, dan pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut mencakup tindak lanjut hasil kajian awal serta langkah yang diperlukan untuk mendorong pengembangan kawasan pergaraman.
Pembahasan di Gedung BJ Habibie Jakarta itu, lanjut Jarot, menjadi bagian dari agenda Pemkab Sumbawa dalam mendorong hilirisasi potensi garam. Hal ini sekaligus untuk memperkuat usulan pengembangan kawasan pergaraman, dalam agenda pembangunan strategis nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....