Business Matching Desa Ekspor NTB Pertemukan UMKM dengan Buyer Malaysia dan Dubai
- 18 Sep 2026 14:34 WIB
- Mataram
RRI. CO. ID, Mataram– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional melalui Kegiatan Business Matching Program Desa Berdaya “Desa Ekspor” Tahun 2026.
Pada hari kedua pelaksanaan yang berlangsung di Aula BKP3D, Kamis (17/9/2026), Tim Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Disperindag NTB mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli potensial dari Malaysia dan Dubai.
Sesi pertama mempertemukan 10 UMKM sektor kerajinan dan wastra dengan buyer asal Malaysia, Syed Sirabani. Dalam pertemuan tersebut, Syed menekankan pentingnya menjaga keunikan dan kualitas produk sebagai kunci utama dalam memperluas pasar.
Menurutnya, produk-produk kerajinan dan wastra NTB memiliki variasi yang kreatif serta berpotensi besar untuk dikembangkan di pasar internasional. Ia juga membuka peluang kerja sama lanjutan setelah melakukan peninjauan lebih mendalam terhadap produk-produk yang ditawarkan.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan perusahaan trading AK Goldenesia dari Dubai yang diwakili Agus Junaedi dan Reny. Sebanyak 14 UMKM sektor makanan, minuman, dan agrikultur mengikuti pertemuan tersebut untuk mempresentasikan produk unggulannya.
Dalam kesempatan itu, pihak AK Goldenesia menilai produk UMKM NTB secara umum telah memiliki kualitas yang baik dan cukup siap memasuki pasar ekspor. Namun, mereka mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi kualitas, terutama ketika memenuhi pesanan dalam jumlah besar.
Buyer menegaskan bahwa kualitas produk yang dikirim harus tetap sama dengan kualitas sampel yang sebelumnya diperkenalkan kepada calon pembeli. Pada sesi ini, AK Goldenesia juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk Virgin Coconut Oil (VCO) dan kacang mete yang berasal dari NTB.
Kegiatan business matching tersebut menjadi agenda tatap muka terakhir dalam rangkaian Program Desa Berdaya “Desa Ekspor” Tahun 2026. Meski demikian, pendampingan kepada para peserta akan tetap berlanjut melalui kegiatan mentoring dan monitoring guna meningkatkan kesiapan UMKM memasuki pasar ekspor.
Mewakili Kepala Disperindag NTB, kegiatan resmi ditutup oleh Kepala Bidang PPLN Disperindag NTB, Dr. Hj. Aryanti Dwiyani. M.Pd,. Ia berharap seluruh UMKM peserta dapat memanfaatkan hasil pertemuan dengan buyer internasional sebagai langkah awal memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....