Gubernur NTB Jamin Harga Minyak Goreng Terkendali Selama Ramadan

  • 23 Feb 2026 14:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menjamin harga minyak goreng MinyaKita tetap terkendali selama Ramadan 2026. Kepastian itu disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga bahan pokok menjelang dan selama bulan puasa.

Iqbal menegaskan, pengendalian harga MinyaKita masih berada dalam kewenangan pemerintah. Instrumen pengawasan dan intervensi pasar, kata dia, telah disiapkan guna menjaga stabilitas harga.

Tim pangan daerah bersama aparat kepolisian rutin turun ke pasar memantau ketersediaan dan harga jual. Laporan perkembangan harga disampaikan secara berkala sebagai dasar pengambilan kebijakan jika ditemukan gejolak.

“Tentu ada harga-harga yang berada dalam kewenangan kita untuk bisa mengendalikan, dan harga yang di luar kewenangan kita untuk mengendalikan,” ujarnya.

Selain MinyaKita, pengendalian harga gula pasir dan beras juga menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sehingga, Iqbal meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dengan naiknya harga ketiga komoditas tersebut.

Operasi pasar akan terus digelar apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar. Pemerintah provinsi menargetkan pasokan tetap aman dan harga MinyaKita tetap terjangkau agar daya beli masyarakat tidak tertekan selama Ramadan.

Akan tetapi, Pemprov NTB mengaku tidak memungkiri adanya kenaikan harga komoditas lain seperti cabai dan tomat yang sangat drastis. Harga kedua komoditas tersebut melonjak hingga lebih dari 150 persen.

Kenaikan cabai merah rawit menjadi yang paling terasa oleh masyarakat. Di Pasar Kebon Roek Kota Mataram, Senin 23 Februari 2026, harga cabai rawit merah mencapai Rp160.000 perkilogram, naik dari kisaran Rp40-50 ribu perkilogram sebelum Ramadan.

Sejumlah solusi telah ditempuh untuk mengendalikan harga cabai. Salah satunya, kata Iqbal, pemprov NTB telah berkoordinasi dengan pedagang besar cabai di Lombok Tengah dan Lombok Timur.

“Untuk meminta mereka mengeluarkan stok dan membatasi pengiriman keluar sehingga harga cabe di NTB bisa terkendali,” ungkap Iqbal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....