BI NTB Dukung Perluasan Pasar Digital Lewat Transaksi QRIS Bank NTB Syariah
- 11 Des 2025 15:16 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bank NTB Syariah dalam memperluas ekosistem pasar digital melalui pemanfaatan transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Dukungan tersebut disampaikan Kepala Deputi BI NTB, Ignatius Adhi Nugroho, menanggapi upaya digitalisasi pasar tradisional yang tengah digencarkan Bank NTB Syariah bersama pemerintah daerah.
Ignatius menegaskan bahwa inisiatif digitalisasi pasar merupakan langkah penting untuk mendorong masyarakat beralih ke transaksi nontunai. “Kami di Bank Indonesia tentu sangat mendukung langkah BPD untuk menghidupkan pasar digital. Meng-QRIS-kan pasar itu adalah langkah awal untuk mengubah kebiasaan masyarakat menuju digital,” ujarnya usai menghadiri apresiasi merchant QRIS Pasar Dasan Agung dan merchant prime Bank NTB Syariah pada Kamis (11/12/2025).
Menurutnya, jika aktivitas transaksi di pasar tradisional sudah terdigitalisasi, maka layanan lain seperti parkir, warung, hingga pedagang kecil di sekitar area pasar akan lebih mudah mengikuti. Hal itu dinilai menjadi pintu masuk pembentukan ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
“Kalau pasarnya sudah digital, maka ekosistem di sekitarnya akan lebih mudah ikut bertransformasi,” kata Ignatius.
Meski demikian, BI menilai perlu ada evaluasi dan pengembangan berkelanjutan dalam penerapan QRIS di pasar tradisional. Ia menyebut digitalisasi pasar basah memiliki tantangan tersendiri dibandingkan pusat perbelanjaan modern.
“Keragaman pedagang, rentang usia, dan kebiasaan masyarakat yang sebagian sudah sepuh menjadi kendala tersendiri. Ekosistem pasar itu tidak sesederhana di mal, sehingga perlu upaya berkelanjutan, tidak bisa hanya satu titik atau satu waktu saja,” jelasnya.
Ignatius menegaskan bahwa perluasan literasi keuangan digital, pendampingan pedagang, serta penambahan agen layanan pembayaran menjadi kunci agar digitalisasi pasar berjalan efektif. “Ke depan, program ini harus diperluas agar terbentuk ekosistem digital yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin mengatakan, perluasan digitalisasi pasar tradisional ini sebagai bagian dari upaya transformasi layanan pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi para pedagang. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar penerapan pembayaran digital di pasar tradisional adalah kebutuhan pedagang terhadap perputaran modal kerja yang cepat.
“Kendala paling besar di pasar tradisional itu modal kerja mereka. Banyak pedagang khawatir kalau uang hasil transaksi masuknya enam sampai dua belas jam kemudian, mereka tidak bisa langsung belanja untuk stok selanjutnya,” katanya.
Menurut Nazaruddin, sistem QRIS yang digunakan bank telah dirancang real time, sehingga dana langsung masuk ke rekening pedagang tanpa jeda waktu. “QRIS kita itu on time. Begitu pembayaran dilakukan, saldonya langsung masuk. Jadi mereka tidak kehilangan kesempatan untuk berbelanja lagi,” ujarnya.
Selain kemudahan pencairan dana, pedagang juga dapat dengan mudah menarik uang melalui ATM terdekat atau melakukan transfer jika dibutuhkan. Hal ini membuat transaksi non-tunai semakin praktis dan menguntungkan bagi pelaku usaha kecil.
Saat ini, Bank NTB Syariah telah mencatat sebanyak 129 pedagang di salah satu pasar yang menjadi proyek percontohan digitalisasi. Jumlah ini akan terus diperluas seiring rencana ekspansi ke empat pasar lainnya.
“Kita akan segera masuk ke empat pasar lagi. Di antaranya Pasar Pagesangan, Pasar Bertais, dan dua pasar lainnya yang sedang dalam finalisasi,” ujarnya.
Upaya digitalisasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembayaran digital di NTB, khususnya di sektor perdagangan rakyat. Meskipun demikian, Bank NTB Syariah mengakui bahwa perubahan kebiasaan di pasar tradisional tidaklah mudah.
“Memang tidak mudah mengubah pola transaksi di pasar tradisional. Tapi dengan kemudahan yang ditawarkan, kami optimis digitalisasi ini akan semakin diterima,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....