Nilai Tukar Petani NTB November 2025Naik 1,61 Persen
- 01 Des 2025 15:46 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2025 mencapai 128,37, atau naik 1,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat 1,59 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun tipis sebesar 0,01 persen.
Kepala BPS NTB Wahyudin menyebut kenaikan NTP tersebut menandakan membaiknya daya beli petani di wilayah NTB.
“NTP di atas 100 menunjukkan bahwa petani berada pada posisi yang lebih kuat secara daya beli. Kenaikan bulan ini menggambarkan perbaikan kondisi ekonomi rumah tangga petani,” ujar Wahyudin dalam keterangan resminya, Senin (1/12/2025).
BPS NTB juga melaporkan bahwa seluruh subsektor pertanian pada November 2025 mencatat NTP di atas angka 100. Dengan rincian yakni, Tanaman Pangan: 125,38, Hortikultura: 198,43, Tanaman Perkebunan Rakyat: 103,66, Peternakan: 113,52 dan Perikanan: 107,41.
“Khusus subsektor hortikultura, kenaikan harga komoditas sayuran dan buah-buahan cukup berkontribusi terhadap tingginya NTP subsektor ini,” jelas Wahyudin.
BPS juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di NTB meningkat 0,19 persen. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya indeks pada kelompok, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga, Transportasi, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran, dan Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.
Menurut Wahyudin, kenaikan IKRT menunjukkan adanya penyesuaian konsumsi rumah tangga akibat pergerakan harga di beberapa kelompok pengeluaran.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) NTB pada November 2025 turut mengalami kenaikan cukup signifikan, mencapai 131,96 atau naik 2,09 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Kenaikan NTUP memperlihatkan bahwa usaha rumah tangga pertanian semakin efisien karena biaya produksi relatif terkendali dibandingkan harga yang diterima petani,” kata Wahyudin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....