Regenerasi Petani, HKTI NTB Dorong Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Diperluas
- 21 Jul 2026 14:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Willgo Zainar, menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin minimnya regenerasi petani di daerah. Menurutnya, rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian menjadi tantangan serius yang dapat menghambat upaya mewujudkan kedaulatan pangan di masa depan.
Willgo mengatakan, saat ini profesi petani dinilai kurang diminati oleh kalangan muda karena mereka cenderung memilih pekerjaan yang dianggap lebih cepat menghasilkan pendapatan. Kondisi tersebut juga berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi pertanian.
"Generasi muda sekarang cenderung mencari pekerjaan yang hasilnya instan. Akibatnya, minat menjadi petani maupun menempuh pendidikan di bidang pertanian semakin berkurang," ujar Willgo usai menghadiri pelantikan pengurus Dekopinwil NTB di Mataram, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menilai perguruan tinggi pertanian juga perlu memperkuat pembelajaran berbasis praktik. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mendapatkan teori di ruang kuliah, tetapi juga harus diwajibkan menjalani praktik langsung di lapangan selama beberapa bulan agar memahami kondisi riil sektor pertanian.
Selain itu, Willgo menegaskan peluang berkarier di sektor pertanian sebenarnya masih sangat terbuka. Sektor ini tidak hanya mencakup usaha pertanian di lahan sawah, tetapi juga bidang perikanan, kelautan, hingga berbagai program pemberdayaan yang telah disiapkan pemerintah.
Meski demikian, ia mengakui anak-anak dari keluarga petani maupun nelayan kini tidak lagi otomatis mengikuti profesi orang tuanya. Karena itu, diperlukan dukungan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk menarik kembali minat generasi muda ke sektor pertanian.
"Kalau regenerasi ini tidak berjalan, lama-kelamaan jumlah petani akan terus berkurang. Padahal pertanian masih menjadi sektor padat karya yang sangat penting untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan," katanya.
Sebagai upaya mendorong regenerasi petani, HKTI telah menjalankan berbagai program pendidikan dan pelatihan bagi petani. Menurut Willgo, pelatihan jangka pendek perlu diperbanyak agar mampu menjangkau generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian, meskipun tidak menempuh pendidikan formal di sekolah pertanian.
Ia juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas pertanian untuk lebih aktif menjaring anak-anak muda yang berminat pada sektor pertanian dan memberikan pelatihan maupun akses beasiswa. Menurutnya, berbagai program beasiswa sebenarnya sudah tersedia, namun perlu diarahkan agar lebih banyak dimanfaatkan oleh calon-calon petani muda.
Ke depan, HKTI NTB juga akan menggencarkan program literasi pertanian bagi generasi muda melalui kerja sama dengan pemerintah desa, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), serta organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna.
"Pertanian bukan lagi sektor yang harus dipandang sebelah mata. Justru di dalamnya terdapat peluang besar bagi generasi muda jika dikelola dengan pengetahuan, teknologi, dan inovasi," kata Willgo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....