Dekranasda Komitmen Jaga Potensi Daerah Melalui Hak Cipta
- 15 Okt 2025 23:27 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Menjaga potensi kekayaan daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti tenun, mutiara, dan berbagai produk unggulan lainnya dapat dilakukan melalui pendaftaran hak cipta. Hal ini juga menjadi perhatian utama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, yang menegaskan bahwa kekayaan daerah harus segera disisir dan didaftarkan hak ciptanya agar memiliki nilai ekonomi yang terus meningkat di masa depan.
Ketua Bunda PAUD NTB tersebut menuturkan bahwa proses pendaftaran hak cipta untuk produk-produk daerah masih terus berjalan karena terdapat sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi.
“Dari Dekranasda pelan-pelan memang kita sedang mengarah ke situ karena memang prosesnya ada prasyarat yang harus dilakukan. Saat ini Dekranasda sedang pelan-pelan masuk ke tahap itu. Saat ini ada dua yang sudah lolos, satu dari Dompu dan satu dari Lombok Barat,” jelasnya, Kamis (16/10/2025).
Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri dalam proses tersebut. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) NTB, I Gusti Putu Milawati, turut memberikan dukungan penuh terhadap upaya pendaftaran hak cipta produk-produk unggulan daerah di NTB.
“Itu yang sedang kita kerjakan bersama, karena prosesnya agak lama. Namun, Ibu Kanwil Kemenkumham NTB sudah menyatakan fully support. Beliau akan backup kita semua untuk ke depannya, dan sebenarnya masih banyak hal yang akan dilakukan oleh Kanwil,” ungkap Sinta.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, menjelaskan bahwa pihaknya juga berkolaborasi dengan Dekranasda dalam membentuk Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG). Pembentukan MPIG ini dilakukan agar masyarakat lebih peduli dan turut menjaga produk-produk daerah yang memiliki nilai budaya serta ekonomi tinggi.
“Ini salah satu bentuk kolaborasi dengan Ibu Ketua Dekranasda melalui pembentukan MPIG. Tujuannya agar masyarakat peduli terhadap produk-produk daerah yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....