Museum of Civilization Mandalika Ramai pengunjung, ini Koleksinya
- 05 Okt 2025 13:26 WIB
- Mataram
KBRN. Mataram: Kehadiran Lombok Sumbawa Museum of Civilization di tengah gelaran MotoGP Mandalika menarik perhatian pengunjung dari berbagai belahan dunia termasuk pengunjung lokal. Mereka mengaku tertarik untuk mengetahui tentang budaya NTB melalui koleksi museum yang ditampilkan.
Menurut keterangan dari tim Museum NTB yang diberi tanggungjawab untuk menyelenggarakan pameran tersebut, pengunjung yang datang berasal dari dalam maupun luar negeri.
"Nggih banyak pengunjung mancanegara yang datang melihat koleksi dari museum," ucap Idris, Tim Museum NTB.
Baca juga Wisatawan Mancanegara Padati Museum Peradaban Saat MotoGP Mandalika
Pameran Lombok-Sumbawa Museum of Civilization yang terletak di Pertamina Mandalika International Circuit tersebut menampilkan tiga kategori koleksi yaitu historical, seni rupa, dan wastra yang menggambarkan peradaban masyarakat NTB.

Ruang Pameran Lombok-Sumbawa Museum of Civilization di Mandalika
Baca juga Wajah Budaya NTB di MotoGP Mandalika 2025
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan bahwa koleksi Museum Civilization Mandalika turut menampilkan koleksi yang menceritakan peristiwa bersejarah di NTB yang berdampak besar terhadap peradaban dunia.

Maket Samalas-Rinjani
Nuralam menambahkan bahwa letusan Gunung Samalas pada tahun 1257 M, diperkirakan mencapai skala 7 dalam Volcanicsivity Index, dan menjadi salah satu letusan gunung berapi terbesar pada masa Holosen.
"Letusan Samalas adalah peristiwa besar dalam sejarah peradaban manusia. Abu vulkaniknya menyebar hingga hampir menutupi separuh dunia", kata Nuralam di Mataram.
Baca juga Museum NTB jadi Duta Budaya di MotoGP Mandalika
Selain koleksi miniatur tiga dimensi letusan dahsyat Gunung Samalas-Rinjani dan Tambora, Museum Peradaban ini juga menampilkan koleksi lain berupa kain khas Bima Tembe Songke, Kre Alang khas Sumbawa, Arca Siwa Mahadewa, dan naskah Babat Lombok yang merekam kisah letusan Gunung Samalas pada abad ke-13.

Naskah Babat Lombok
Naskah Babat Lombok menyuguhkan narasi sejarah yang bukan hanya merekam bencana, tetapi juga menggambarkan tradisi tulis-menulis lokal berperan penting dalam melestarikan ingatan kolektif.

Gubernur NTB(Kemeja Tenun Ikat), CEO Dorna (Kemeja Putih), Ketua Dekranasda NTB (Hijab Merah), Kepala Museum NTB (Kaos Putih) bersama Tim di hadapan Arca Siwa Mahadewa.
Arca Siwa Mahadewa menegaskan kuatnya pengaruh spiritual dan religius yang mewarnai kehidupan masyarakat di masa lampau.

Kre Alang Khas Sumbawa dan Tembe Songke Khas Bima
Sementara Tembe Songke dan Kre Alang, tambahnya, menjadi saksi keterampilan tangan para perajin yang diwariskan lintas generasi, menjelma menjadi simbol keanggunan dan ketangguhan budaya Bima dan Sumbawa.
Nuralam menambahkan bahwa kedua kain khas Bima dan Sumbawa tersebut adalah dua koleksi yang pernah di pamerkan pada ajang Islamic Arts Binennale di Jeddah pada awal tahun 2025.
"Jadi koleksi-koleksi ini disatukan, itu menghadirkan kisah utuh tentang sebuah peradaban yang dibangun di atas interaksi manusia, alam, dan kepercayaan", tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....