Kementerian Kebudayaan RI Apresiasi Festival Begawe Beleq dari Taman Budaya NTB
- 22 Agt 2026 13:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Festival Begawe Beleq 2026 yang digelar Taman Budaya Nusa Tenggara Barat mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan yang memadukan seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM tersebut dinilai sebagai contoh baik dalam upaya pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan daerah.
Apresiasi itu disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Sunarto, S.Pd., M.Si., saat menghadiri pembukaan Festival Begawe Beleq di Taman Budaya NTB, Jumat malam 21 Agustus 2026.
Menurut Sunarto, lahirnya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri pada Januari 2025 menjadi momentum penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Selama puluhan tahun, urusan kebudayaan berada di bawah kementerian yang berbeda-beda, mulai dari pariwisata, pendidikan hingga riset dan teknologi.
“Sejak Indonesia merdeka, baru pada tahun 2025 lahir Menteri Kebudayaan yang berdiri sendiri. Ini menjadi langkah besar untuk semakin fokus memajukan dan melestarikan kebudayaan Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak berdiri sendiri, Kementerian Kebudayaan terus mendorong berbagai inovasi dalam pengembangan budaya dengan melibatkan para seniman, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, serta UMKM. Menurutnya, budaya tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sunarto berharap ke depan pembangunan kebudayaan dapat semakin terukur dan mendapat perhatian lebih besar. Salah satu langkah yang didorong adalah memberikan penghargaan kepada generasi muda yang aktif menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
“Kami berharap ke depan Indeks Pembangunan Kebudayaan semakin meningkat. Tahun ini kami mulai mengapresiasi kepada anak-anak sekolah yang terus mengembangkan budaya melalui pemberian sertifikat penghargaan,” katanya.
Ia juga menilai NTB, khususnya Kota Mataram, memiliki praktik baik dalam pengelolaan kebudayaan melalui keberadaan museum dan Taman Budaya yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seni dan budaya. Menurutnya, model pengembangan budaya yang dilakukan di NTB dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
“Museum dan Taman Budaya di Mataram menunjukkan praktik baik dalam pengembangan kebudayaan. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain,” ungkapnya.
| Baca juga: Tradisi Refleksi Diri pada Malam 1 Suro |
Sunarto menambahkan, saat ini hanya beberapa daerah yang telah memiliki perangkat dinas kebudayaan yang berdiri sendiri, di antaranya Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Sumatera Barat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebudayaan tidak hanya berbentuk benda atau warisan fisik, tetapi juga mencakup nilai-nilai, tradisi, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Kebudayaan bukan hanya benda fisik, tetapi juga kearifan lokal yang menjadi identitas setiap daerah. Kita harus bangga dengan budaya Indonesia karena di setiap acara besar, seni dan budaya selalu menjadi bagian penting yang ditampilkan,” tegasnya.
Festival Begawe Beleq sendiri menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, kreasi, modern, dan kontemporer yang dipadukan dengan pameran produk UMKM serta ekonomi kreatif. Kehadiran festival ini dinilai menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi ruang kolaborasi yang mampu menggerakkan sektor ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, Festival Begawe Beleq diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan, tidak hanya bagi NTB tetapi juga Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....