Temu Teater Indonesia Buka Ruang Penciptaan Kolaboratif Nasional
- 12 Jul 2026 08:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram : Perkumpulan Nasional Teater Indonesia (Penastri) kembali menghadirkan Temu Teater Indonesia 2026: Fragmen Tengah sebagai ruang laboratorium penciptaan yang mempertemukan praktisi teater lintas wilayah, lintas disiplin, dan lintas generasi. Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Mataram ini menjadi wadah untuk membaca ulang perkembangan teater Indonesia pasca-Reformasi sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku seni pertunjukan.
Berdasarkan siaran pers Penastri, Temu Teater Indonesia lahir dari kesadaran bahwa ekosistem teater Indonesia terus berkembang melalui berbagai praktik artistik, ruang alternatif, festival, laboratorium, hingga jaringan lintas wilayah. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa fragmentasi pengetahuan yang membuat pengalaman dan praktik teater dari berbagai daerah jarang dipertemukan dalam ruang refleksi bersama. Melalui kegiatan ini, Penastri berupaya memetakan kembali perkembangan teater Indonesia dengan pendekatan wilayah Timur, Tengah, dan Barat.
Fragmen Tengah menjadi tahap pertama dari rangkaian Temu Teater Indonesia yang berfokus pada wilayah Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, dan sebagian Sulawesi. Kegiatan ini dirancang bukan sebagai seminar atau forum diskusi konvensional, melainkan laboratorium penciptaan terbuka yang memungkinkan publik menyaksikan langsung proses berpikir, pertukaran pengalaman, dialog, hingga penyusunan pengetahuan artistik secara kolektif di atas panggung.
Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari aktor, penulis lakon, dan sutradara dari Indonesia bagian tengah terlibat dalam laboratorium ini. Selama tiga hari pelaksanaan, pembahasan difokuskan secara bergantian pada praktik keaktoran, penulisan lakon, dan penyutradaraan. Setiap sesi dipandu oleh fasilitator yang bertindak sebagai mediator dialog, sementara peserta dari disiplin lain hadir sebagai penanggap untuk memperkaya pertukaran gagasan dan pengalaman.
Diskusi yang berlangsung dalam laboratorium menggunakan tiga lensa utama, yakni generasi dan regenerasi, platform, festival dan ekosistem, serta persilangan pengetahuan. Ketiga aspek tersebut menjadi kerangka bersama dalam membaca perubahan metode artistik, hubungan antargenerasi, perkembangan ruang alternatif, hingga keterhubungan teater dengan berbagai disiplin lain seperti sastra, musik, tari, seni rupa, teknologi, dokumentasi, dan arsip.
Melalui metode partisipatoris, setiap laboratorium bergerak dari proses berbagi pengalaman praktik, elaborasi tema, hingga refleksi dan penyusunan rekomendasi bersama. Luaran kegiatan ini meliputi pemetaan isu teater Indonesia bagian tengah, dokumentasi proses laboratorium, buku hasil Temu Teater Indonesia, serta penguatan jejaring antarpelaku teater di berbagai daerah.
Selain menjadi ruang pertemuan para praktisi teater, kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti keseluruhan proses laboratorium. Kehadiran publik diharapkan dapat memperluas budaya belajar yang terbuka serta memperkaya pembacaan terhadap dinamika perkembangan teater Indonesia saat ini.
Program Temu Teater Indonesia 2026 merupakan bagian dari MTN Lab Penciptaan Teater, sebuah ruang pengembangan karya yang diinisiasi melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. Program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini bertujuan menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara berkelanjutan serta membuka akses pengembangan kapasitas di tingkat nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....