Parade Kebaya NTB 2026 Siap Digelar, Angkat Wastra Lokal dan Libatkan 200 Perempuan

  • 31 Jul 2026 15:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar Parade Kebaya NTB 2026 di Taman Sangkareang, Kota Mataram, pada Minggu 2 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 Wita itu, akan menjadi ajang pelestarian kebaya dan wastra khas NTB sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus organisasi serta berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan.

Humas PIM Provinsi NTB, Nurul Hidayah, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut jauh melampaui perkiraan panitia. Awalnya panitia menargetkan 20 grup peserta, namun jumlah pendaftar meningkat menjadi 40 grup atau sekitar 200 perempuan yang akan tampil mengenakan kebaya dan wastra asli NTB.

"Animo masyarakat, terutama kaum perempuan di Nusa Tenggara Barat, luar biasa. Tidak hanya dari Pulau Lombok, tetapi juga ada peserta dari Pulau Sumbawa," ujarnya, Jum'at 31 Juli 2026.

Menurut Hidayah, penyelenggaraan Parade Kebaya NTB merupakan bagian dari upaya melestarikan kebaya sebagai warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra daerah. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan kebaya dengan kain tenun asli NTB, baik dari Lombok, Sumbawa, Dompu maupun Bima, dan tidak diperkenankan menggunakan kain bermotif cetak.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengakuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda yang diperjuangkan bersama sejumlah negara di Asia Tenggara.

"Kami ingin masyarakat semakin mencintai kebaya dan wastra daerah. Kebaya tidak harus selalu terkesan formal, tetapi juga bisa dimodifikasi sehingga lebih diminati generasi muda tanpa meninggalkan nilai budayanya," katanya.

Selain parade dan peragaan busana kebaya, acara juga diisi dengan pelantikan pengurus PIM NTB, sosialisasi penggunaan QRIS oleh Bank Indonesia bagi perempuan, peluncuran program ekonomi kreatif dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIM, serta bazar yang diikuti sekitar 40 pelaku UMKM.

Panitia juga menghadirkan berbagai layanan publik, seperti perpustakaan keliling, pelayanan pembayaran pajak, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga layanan pemeriksaan kesehatan hewan.

Nurul menambahkan, kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Mataram dan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Wakil Ketua DPR RI dijadwalkan membuka acara, sementara sejumlah tokoh perempuan nasional turut menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Parade Kebaya NTB.

Melalui kegiatan ini, PIM NTB berharap penggunaan kebaya dan wastra lokal tidak hanya dilakukan pada peringatan hari-hari besar, tetapi juga menjadi bagian dari gaya berbusana masyarakat sehari-hari sehingga mampu menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus mendorong berkembangnya industri tenun dan ekonomi kreatif di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....