Museum Negeri NTB Buka Cerita dari 7.000 Koleksi Budaya, Hanya Sebagian Kecil yang Di
- 30 Jul 2026 14:56 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Tenun NTB
- Buku Two Islands One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collection
- “Koleksi kita sekitar 7.000. Yang kita pamerkan di ruang tetap hanya sekitar 7 sampai 8 persen dari total semua koleksi. Koleksi lainnya kita tampilkan ketika ada pameran temporer
- Nantinya akan ada kesempatan masyarakat menikmati museum pada malam hari dengan suasana yang berbeda,
RRI.CO.ID, Mataram - Museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda lama, tetapi menjadi ruang untuk memahami perjalanan sejarah dan kebudayaan masyarakat. Di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB), ribuan koleksi budaya tersimpan dengan berbagai cerita yang menggambarkan kehidupan masyarakat masa lalu.
Hal tersebut disampaikan Dr. Ahmad Nur Alam, SH., MH., Kepala Museum Negeri NTB, dalam program Dialog Berugak Kita Pro4 RRI Mataram yang berlangsung secara live melalui YouTube RRI Mataram Official. Dalam dialog tersebut, ia menjelaskan berbagai upaya museum dalam menjaga, merawat, serta memperkenalkan koleksi budaya kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, dialog tersebut juga menghadirkan Dr. James Bennet, Emeritus Curator of Southeast Asian Art Museum and Art Gallery of the Northern Territory Darwin, Australia, yang turut memberikan pandangan mengenai pentingnya museum sebagai pusat penelitian budaya dan sejarah.
Dr. Ahmad Nur Alam menjelaskan bahwa Museum Negeri NTB saat ini memiliki sekitar 7.000 koleksi budaya yang berasal dari berbagai jenis benda sejarah. Namun, tidak seluruh koleksi tersebut dapat ditampilkan secara bersamaan karena keterbatasan ruang pamer.
“Koleksi kita sekitar 7.000. Yang kita pamerkan di ruang tetap hanya sekitar 7 sampai 8 persen dari total semua koleksi. Koleksi lainnya kita tampilkan ketika ada pameran temporer,” jelas Dr. Ahmad Nur Alam dalam Dialog Berugak Kita Pro4 RRI Mataram.
Menurutnya, sistem pameran temporer menjadi cara museum untuk memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat. Setiap pameran memiliki tema tertentu sehingga pengunjung yang datang pada waktu berbeda akan menemukan koleksi dan cerita yang berbeda pula.
Ia menjelaskan bahwa dalam satu tahun Museum Negeri NTB dapat menyelenggarakan beberapa pameran temporer dengan tema khusus. Salah satunya adalah pameran yang menampilkan koleksi budaya tertentu pada momentum tertentu, sehingga masyarakat memiliki kesempatan melihat benda-benda yang sebelumnya belum pernah dipamerkan.
“Kami berharap masyarakat NTB bisa melihat koleksi yang berbeda melalui pameran temporer, karena koleksi museum sangat banyak dan tidak semuanya bisa ditampilkan dalam satu waktu,” ujar Dr. Ahmad Nur Alam.
Selain pengembangan pameran, Museum Negeri NTB juga sedang melakukan penataan ulang beberapa ruang koleksi agar lebih menarik dan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung. Salah satunya adalah penyiapan ruang khusus yang menampilkan koleksi-koleksi istimewa atau koleksi pilihan.
Dr. Ahmad Nur Alam menyampaikan bahwa museum juga sedang menyiapkan konsep baru berupa program Night at Museum. Program tersebut memberikan kesempatan masyarakat menikmati museum dalam suasana berbeda, yaitu kunjungan malam hari dengan konsep yang lebih eksklusif.
“Selama ini museum dinikmati dari pagi sampai sore. Nantinya akan ada kesempatan masyarakat menikmati museum pada malam hari dengan suasana yang berbeda,” katanya.
Menurut Dr. James Bennet, keberadaan museum sangat penting karena benda-benda budaya tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan informasi sejarah yang dapat dipelajari generasi berikutnya.
Ia menilai bahwa koleksi museum merupakan bukti perjalanan manusia. Melalui benda-benda tersebut, masyarakat dapat memahami bagaimana perdagangan, teknologi, seni, dan hubungan antarwilayah berkembang sejak masa lalu.
Dr. James Bennet juga mengapresiasi peran Museum Negeri NTB dalam menjaga koleksi budaya daerah. Menurutnya, museum memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami kekayaan sejarah yang sering kali belum banyak diketahui.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....