MIF 2026 Gelorakan Semangat Angkat Budaya NTB ke Panggung Internasional

  • 12 Agt 2026 18:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Upaya membawa kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) ke panggung internasional kembali digelorakan melalui Mandalika International Festival (MIF) 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, festival tersebut dijadwalkan berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, pada 22–25 Oktober 2026.

Mengangkat tema “Mandalika Wonderful Indonesia” dengan empat pijakan utama, yakni Culture, Nature, Unique, dan Beauty, MIF 2026 diarahkan bukan hanya sebagai agenda hiburan, tetapi juga ruang promosi budaya, pertukaran pengetahuan, sekaligus jejaring internasional.

Festival ini akan mempertemukan seni tradisi, kreativitas generasi muda, teknologi, akademisi, hingga pelaku ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan. Sejumlah kompetisi seperti Mandalika Song, Mandalika Dance, Mandalika Fashion, serta Conference Competition disiapkan untuk mendorong lahirnya karya yang berangkat dari kekayaan budaya Nusantara.

Direktur Mandalika International Festival, Sirajuddin, mengatakan MIF dirancang sebagai ruang kolaborasi yang dapat mempertemukan berbagai kalangan dari dalam maupun luar negeri.

“MIF bukan lembaga bisnis, melainkan lembaga kolaboratif, komunikatif, dan networking. Kami merancang MIF sebagai rumah besar bagi seniman, akademisi, ilmuwan, hingga mahasiswa dunia untuk belajar, berkarya, dan menampilkan potensi terbaik NTB ke panggung dunia,” tegas Sirajuddin di Mataram, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurutnya, penguatan budaya pada MIF tahun ini juga berjalan beriringan dengan pengembangan Knowledge, Science, and Technology. Karena itu, sejumlah program berbasis pendidikan dan inovasi turut menjadi bagian penting dari rangkaian festival.

Di antaranya APIEM International Event Certification, pertunjukan robotik, serta International Conference & Call for Papers yang menggandeng Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Konferensi tersebut juga diarahkan pada publikasi yang terindeks Scopus kategori Q3 dan Q4.

Sirajuddin menegaskan, konsep tersebut menjadi pembeda MIF 2026 karena kebudayaan tidak ditempatkan sebagai pertunjukan semata, melainkan dipadukan dengan pengetahuan, teknologi dan jejaring global.

“Semangat kami adalah menjadikan MIF sebagai ruang bertemunya budaya dan pengetahuan. NTB memiliki warisan yang kuat sekaligus potensi besar untuk berkembang mengikuti perubahan zaman,” katanya menegaskan.

Puncak kemeriahan dijadwalkan berlangsung melalui Mandalika Grand Show pada 24 Oktober 2026. Tiga finalis terbaik dari sejumlah kompetisi akan menampilkan karya mereka secara langsung di hadapan pengunjung.

Pertunjukan tersebut akan dipadukan dengan kesenian khas NTB, mulai dari Gendang Beleq, tradisi Peresean, hingga Tari Mandalika.

Gendang Beleq akan menghadirkan dentuman musik tradisional Sasak yang khas, sementara Peresean menampilkan keberanian dan ketangkasan para pepadu. Tari Mandalika melengkapi pertunjukan dengan unsur keindahan sekaligus narasi sejarah dan filosofi lokal.

“Budaya NTB memiliki kekuatan cerita, karakter dan visual yang sangat besar. Karena itu, kami ingin kesenian tradisional tidak hanya dinikmati masyarakat lokal, tetapi juga dapat dikenali publik internasional,” ucapnya.

Konsep menduniakan budaya juga diperluas melalui program Mandalika and Sumbawa Tour. Wisatawan domestik maupun mancanegara akan diarahkan untuk mengenal kehidupan dan tradisi masyarakat secara lebih dekat.

Rangkaian perjalanan tersebut mencakup kunjungan ke sentra tenun Desa Sukarara, Desa Adat Sade, hingga sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Kuta Lombok, Bukit Merese, kawasan gili, serta kawasan Sembalun di kaki Gunung Rinjani.

Konsep ini sekaligus membuka peluang agar aktivitas pariwisata memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Wisatawan tidak hanya datang menikmati pemandangan, tetapi juga berinteraksi dengan produk, tradisi dan aktivitas ekonomi warga.

Area festival pun akan dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi UMKM kriya, fashion berbasis wastra, serta kuliner lokal. Kehadiran konsep business matching internasional diharapkan mampu memperluas pasar produk kreatif NTB.

“Ketika budaya dipromosikan bersama pariwisata dan produk UMKM, manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada panggung pertunjukan. Ada peluang pasar dan jejaring baru yang bisa dirasakan pelaku usaha lokal,” katanya mengakhiri.

Hingga 12 Agustus 2026, persiapan MIF 2026 disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Penyelenggaraan melibatkan Mandalika International Festival Event Management bersama PT Kurnia Indonesia Senyum Indah, dengan dukungan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Pariwisata NTB dan Politeknik Pariwisata Lombok.

Penyelenggara memasang target 20.000 pengunjung, atau meningkat sekitar 100 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Dari sisi digital, MIF 2026 juga membidik jangkauan hingga 1,5 juta owned social impressions.

Kehadiran festival ini diharapkan turut memperkuat ekosistem pariwisata NTB menjelang sejumlah agenda besar daerah, termasuk MotoGP Mandalika, peringatan HUT NTB, serta HUT Kabupaten Lombok Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....