Tenun Salah Satu Sumber Ekonomi Masyarakat Desa Sukarara Loteng
- 07 Apr 2026 21:41 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Tenun Khas Lombok Tengah
- Desa Sukarara Lombok Tengah
RRI.CO.ID, Mataram - Di Desa Sukerare, kain tenun tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi masyarakat. Aktivitas menenun yang dilakukan setiap hari oleh warga tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga. Dalam sebuah obrolan santai, Pak Liatera Amin yang akrab disapa Amin membagikan pandangannya mengenai peran tenun dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
Amin merupakan pengelola Patuh Artshop di Desa Sukerare, Lombok Tengah, sebuah tempat yang menjadi titik temu antara penenun, produk tenun, dan wisatawan. Dari aktivitasnya sehari-hari, Amin memiliki pemahaman yang cukup mendalam tentang bagaimana kain tenun diproduksi, dipasarkan, hingga akhirnya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Amin menjelaskan bahwa banyak keluarga di Sukerare yang menggantungkan penghasilan dari hasil menenun. Aktivitas ini dilakukan secara konsisten, bahkan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat.
“Kalau di sini, banyak yang hidup dari menenun. Jadi ini bukan sekadar tradisi, tapi juga sumber penghasilan,” ujarnya dengan nada serius.
Ia menambahkan bahwa nilai jual kain tenun cukup bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitan motif dan kualitas pengerjaan. Kain dengan motif yang rumit dan detail biasanya memiliki harga yang lebih tinggi karena proses pembuatannya yang memakan waktu lebih lama.
“Kalau motifnya semakin rumit, harganya juga lebih tinggi. Karena prosesnya memang tidak mudah,” jelas Amin.
Amin juga menjelaskan bahwa pemasaran produk tenun tidak hanya dilakukan secara lokal, tetapi juga melalui wisatawan yang datang langsung ke desa. Interaksi antara penenun dan pembeli menjadi nilai tambah yang membuat produk lebih dihargai.
“Banyak wisatawan yang datang langsung ke sini. Mereka tidak hanya beli, tapi juga lihat prosesnya, jadi lebih paham kenapa harganya seperti itu,” tambahnya.
Amin menegaskan bahwa keaslian proses menjadi kekuatan utama yang dimiliki oleh tenun Sukerare. Ia percaya bahwa nilai budaya yang terkandung di dalamnya justru menjadi daya tarik yang tidak dimiliki oleh produk lain.
| Baca juga: Tradisi Refleksi Diri pada Malam 1 Suro |
“Yang membuat tenun kita berbeda itu karena prosesnya masih tradisional. Itu yang tidak bisa ditiru,” ujarnya.
Selain memberikan penghasilan langsung, aktivitas tenun juga membuka peluang usaha lain seperti artshop, pemandu wisata, hingga sektor pendukung lainnya. Hal ini menciptakan efek berantai yang turut menggerakkan ekonomi desa secara keseluruhan.
Tenun di Sukerare memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dari setiap helai kain yang dihasilkan, tersimpan harapan dan keberlanjutan kehidupan yang terus dijaga hingga hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....