BI NTB Dorong Jurnalis Perkuat Kredibilitas di Tengah Era AI dan Disinformasi
- 01 Okt 2026 18:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong insan media untuk terus memperkuat kredibilitas dan kompetensi jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan maraknya disinformasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas saat membuka kegiatan Capacity Building Media Bank Indonesia NTB 2026 bagi Forum Wartawan Ekonomi (FWE) NTB di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Kamis 1 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 Oktober 2026, mengangkat tema “Trust in the Digital Age: Menjaga Kredibilitas Jurnalisme di Era AI dan Disinformasi.”
Hario mengatakan, perkembangan teknologi dan digitalisasi telah memberikan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pekerjaan jurnalistik.
Menurutnya, AI dapat menjadi alat yang membantu jurnalis menghasilkan berita secara lebih cepat. Namun, kecepatan tersebut harus tetap diimbangi dengan akurasi dan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada publik.
“Kecepatan dalam menghasilkan berita maupun banyaknya berita yang bisa dihasilkan tentunya harus diimbangi dengan pemberitaan yang tetap kredibel dan terpercaya, khususnya ketika kita memberikan informasi atau pengetahuan kepada publik,” ujar Hario.
Ia menekankan, pemanfaatan AI dalam jurnalistik seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan menggantikan peran jurnalis dalam melakukan verifikasi dan menghasilkan karya jurnalistik. Dalam kegiatan tersebut, BI NTB memperkenalkan empat pilar yang menjadi fokus penguatan kapasitas jurnalis, yakni Verify, Adapt, Trust, dan Capability.
Verify menekankan pentingnya mengutamakan akurasi daripada sekadar mengejar informasi yang viral. Adapt menempatkan AI sebagai alat bantu jurnalistik, bukan substitusi bagi jurnalis.
Sementara Trust menempatkan kredibilitas sebagai modal penting media, sedangkan Capability diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi jurnalis dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Paling tidak kita semua perlu melek bagaimana teknologi itu bisa kita gunakan untuk mendukung pekerjaan maupun kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Hario juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi ke depan akan semakin melekat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi bagian penting bagi para jurnalis.
Hario juga menyampaikan apresiasi kepada media yang selama ini turut memberitakan perkembangan ekonomi NTB. Ia berharap media dapat terus menyampaikan informasi yang akurat sekaligus ikut menjaga optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian daerah.
“Pemberitaan yang sifatnya positif untuk bisa tetap menjaga optimisme publik itu sangat dibutuhkan agar kita bersama-sama bisa mendukung pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat lainnya untuk bisa tetap menjaga perekonomian Indonesia untuk tetap baik,” ujarnya.
Capacity Building FWE NTB tahun ini juga menghadirkan Produser Eksekutif Kompas TV Dyah Megasari Anjaya sebagai narasumber. Selain membahas tantangan jurnalistik di era digital, peserta juga mendapatkan materi terkait kebanksentralan dan kebijakan utama BI dalam menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pada hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan outbound untuk memperkuat team building dan komunikasi antarpeserta, serta kunjungan ke UMKM mitra BI di wilayah Sembalun.
Hario juga memberikan tantangan kepada para jurnalis peserta kegiatan agar tidak hanya memberitakan pelaksanaan capacity building, tetapi turut mengangkat potensi pariwisata dan UMKM di Sembalun.
“Setelah diselesaikannya kegiatan ini, mudah-mudahan rekan-rekan jurnalis dapat menyusun artikel yang tidak hanya terkait dengan kegiatan yang kita laksanakan ini, namun juga bisa mengangkat pariwisata maupun UMKM yang ada di wilayah Sembalun,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....