Terminal Mandalika Beroperasi, DPR: Terminal Tipe A yang Nyaman

  • 01 Apr 2026 06:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, melakukan kunjungan pengawasan ke Terminal Tipe A Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), guna memastikan kesiapan operasional serta kualitas layanan transportasi darat di daerah tersebut.

Dalam kunjungannya, Mori menilai Terminal Mandalika telah menunjukkan kemajuan signifikan setelah dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat. Ia menyebut fasilitas terminal kini sudah tertata rapi dan berfungsi sesuai harapan.

“Terminal ini sudah beroperasi dengan baik. Kita lihat keteraturan penumpang, baik yang naik maupun turun, termasuk sistem pembelian tiket yang sudah tertib. Bahkan porter juga sudah diseragamkan. Ini harus dipertahankan,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

Ia menekankan pentingnya menjaga disiplin dan standar pelayanan agar tidak hanya baik di awal operasional, tetapi berkelanjutan dalam jangka panjang. Mori juga mendorong agar peresmian Terminal Mandalika segera dilakukan secara resmi oleh pemerintah, paling lambat pada April mendatang.

Selain itu, ia menyoroti masih adanya pelaku usaha transportasi yang belum terdaftar secara resmi. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian dalam pengawasan ke depan agar seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai regulasi.

“Banyak bisnis baru bermunculan, tetapi belum terdaftar. Ini harus dibenahi agar operasionalnya resmi dan tertib,” tegasnya.

Terkait kapasitas, Mori menilai Terminal Mandalika masih mampu menampung kebutuhan transportasi hingga lima tahun ke depan. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI terus mendorong pembangunan dan peningkatan terminal tipe A lainnya di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa.

“Saat ini ada tiga terminal tipe A di NTB, yakni Mandalika, Sumbawa, dan Dompu. Kita dorong agar terminal di Sumbawa juga segera dibenahi. Rencananya, pembangunan bisa dimulai bertahap mulai 2027,” jelasnya.

Menurut Mori, keberadaan terminal modern akan berdampak pada peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi darat, termasuk mendorong peralihan dari moda udara ke bus bagi sebagian kalangan.

“Kalau terminal dan busnya bagus, masyarakat kelas menengah pun bisa tertarik beralih ke transportasi darat. Ini soal kenyamanan dan keteraturan,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB, Boy Nurdin, menjelaskan bahwa Terminal Mandalika telah resmi beroperasi sejak 1 Maret 2026, bertepatan dengan momentum angkutan Lebaran.

Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai aspek pendukung operasional, termasuk sistem zonasi penumpang untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan.

“Penumpang yang tidak memiliki tiket hanya diperbolehkan sampai area tertentu. Sementara ruang tunggu khusus untuk penumpang bertiket. Fasilitas seperti toilet juga kami siapkan sesuai zonasi,” ungkap Boy.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya berhasil menekan praktik premanisme dan percaloan yang sebelumnya menjadi salah satu penyebab rendahnya minat masyarakat menggunakan terminal.

“Sejak mulai beroperasi, premanisme dan calo sudah bisa diminimalisir. Kami juga bekerja sama dengan aparat keamanan dan menyediakan imbauan agar masyarakat menggunakan loket resmi,” katanya.

Upaya tersebut juga berdampak pada berkurangnya aktivitas terminal bayangan. Boy menilai, meningkatnya kenyamanan dan keteraturan di terminal resmi menjadi daya tarik bagi operator bus maupun penumpang.

“Terminal bayangan sudah mulai berkurang karena operator melihat fasilitas di sini lebih nyaman dan tertib,” ujarnya.

Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, Terminal Mandalika diharapkan mampu menjadi pintu masuk transportasi darat yang aman dan nyaman, termasuk bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....