Mengapa Hari Libur Disebut Tanggal Merah? Ternyata Bukan Hanya di Indonesia
- 30 Sep 2026 13:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Pernahkah Anda bertanya mengapa hari libur dalam kalender sering disebut “tanggal merah”? Istilah tersebut begitu akrab dalam percakapan sehari-hari di Indonesia. Ketika seseorang bertanya, “Ada tanggal merah bulan depan?”, yang dimaksud biasanya adalah hari libur atau hari yang tidak termasuk hari kerja.
Sebutan tersebut sebenarnya berangkat dari tampilan kalender. Tanggal tertentu, terutama hari Minggu dan hari libur, dicetak menggunakan warna merah sehingga lebih mudah dibedakan dari hari kerja yang umumnya menggunakan warna hitam.
Namun, penggunaan warna merah untuk menandai hari istimewa atau hari libur bukan hanya dikenal di Indonesia. Sejumlah negara juga memiliki tradisi serupa.
Di Korea Selatan, misalnya, hari Minggu dan hari libur nasional ditulis dengan warna merah pada kalender. Hari-hari tersebut bahkan dikenal sebagai “red days”.
Tradisi penggunaan warna merah untuk menandai hari khusus juga ditemukan di sejumlah negara lain. Dalam bahasa Inggris terdapat istilah “red-letter day”, yang secara umum digunakan untuk menyebut hari yang dianggap penting atau istimewa. Istilah tersebut memiliki sejarah panjang dalam tradisi penanggalan dan penulisan tanggal penting dengan tinta merah.
Jepang juga memiliki kebiasaan menampilkan hari Minggu dan hari libur dengan warna merah pada kalender. Sementara di sejumlah negara Asia Timur seperti China, Taiwan dan Korea, penggunaan warna merah untuk membedakan hari Minggu atau hari libur dari hari biasa juga dikenal dalam kalender.
Meski demikian, tidak ada satu aturan internasional yang menetapkan bahwa seluruh kalender di dunia harus menggunakan warna merah untuk hari libur. Cara memberi tanda pada kalender dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.
Penelusuran Perpustakaan Nasional Diet Jepang juga mencatat bahwa asal-usul pasti kebiasaan modern mencetak hari libur dengan warna merah tidak dapat dipastikan hanya dari satu sumber. Ada dugaan mengenai pengaruh tradisi kalender dan budaya pencetakan, tetapi tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menetapkan satu asal-usul tunggal.
Dalam perkembangannya, warna merah memiliki keunggulan yang sederhana tetapi penting, yaitu mudah terlihat. Ketika sebuah tanggal dicetak merah di antara deretan angka hitam, mata dapat segera mengenalinya sebagai tanggal yang berbeda.
Karena itulah, warna kemudian menjadi bagian dari bahasa visual kalender. Masyarakat tidak perlu membaca keterangan panjang untuk mengetahui adanya hari khusus. Cukup melihat warna tanggalnya, informasi mengenai hari tersebut sudah lebih mudah dikenali.
Menariknya, istilah serupa juga digunakan di beberapa negara. Di Swedia dikenal istilah “röd dag”, sementara di Norwegia dikenal “rød dag”. Di Korea Selatan dikenal istilah “red days”. Indonesia sendiri menggunakan istilah yang lebih sederhana, yakni “tanggal merah”.
Jadi, ketika masyarakat Indonesia mengatakan “tanggal merah”, sebenarnya yang sedang digunakan adalah sebuah bahasa visual yang sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah warna pada kalender kemudian berubah menjadi istilah yang langsung dipahami sebagai waktu untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
Dan mungkin itulah sebabnya, menjelang pergantian bulan, halaman kalender selalu menarik perhatian. Bukan hanya untuk mengetahui hari dan tanggal, tetapi juga untuk mencari satu hal yang sering dinanti: apakah bulan depan ada tanggal merah?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....