Keistimewaan Baginda Nabi Muhammad SAW, Teladan Kesucian dan Kemuliaan

  • 08 Sep 2026 10:56 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Keistimewaan Baginda Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan rekaman paket Renungan Senja, Selasa 8 September 2026. Melalui pembahasan tersebut, umat Islam diajak mengenal kemuliaan Rasulullah sekaligus meneladani akhlak dan kesucian beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Materi itu disampaikan oleh H. Lalu Mu’az, QH., S.Ag., M.Sos., Penyuluh Agama Islam Ahli Madya pada KUA Kecamatan Pujut, Praya Barat, dan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Dalam penyampaiannya, H. Lalu Mu’az menguraikan sejumlah keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang dikenal dalam literatur keislaman. Penjelasan tersebut merujuk pada Maraqil Ubudiyah karya Imam Nawawi Al-Bantani, yang merupakan syarah Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali.

Salah satu bagian yang dibahas adalah bait-bait yang menggambarkan kesucian dan kemuliaan Rasulullah SAW. Di antaranya, beliau disebut tidak pernah mengalami ihtilam atau mimpi basah, tidak pernah menguap, serta memiliki keistimewaan dalam melihat ke belakang sebagaimana melihat ke depan.

Selain itu, materi tersebut juga menyebutkan bahwa hewan tidak lari dari beliau, lalat tidak pernah hinggap di tubuh beliau, serta tidak terlihat bekas buang air kecil di tempat terbuka. Keistimewaan lainnya adalah hati Rasulullah SAW tetap terjaga meskipun mata beliau terpejam.

Dalam penjelasan tersebut, keistimewaan-keistimewaan itu dipahami sebagai bagian dari kemuliaan Rasulullah SAW yang patut dihormati dan direnungkan. Sementara itu, gambaran tentang hati yang tidak tidur dimaknai sebagai kedekatan dan keterjagaan beliau dalam mengingat Allah SWT.

Materi tersebut juga menguraikan bahwa Rasulullah SAW lahir dalam keadaan telah dikhitan. Kedua pundak beliau disebut lebih tinggi ketika duduk bersama kaumnya, yang dalam penjelasan spiritual dikaitkan dengan kedudukan beliau sebagai pemimpin umat.

H. Lalu Mu’az menekankan bahwa pembahasan keistimewaan Rasulullah SAW tidak berhenti pada menghafal bait-baitnya. Umat Islam diharapkan mengambil hikmah berupa kecintaan kepada Nabi, penghormatan terhadap kesucian beliau, serta keteladanan dalam menjaga kebersihan lahir dan batin.

Pada bagian akhir, disampaikan pula pesan yang terdapat dalam bait tersebut mengenai keutamaan menghafal dan mengamalkan tujuh keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Pesan itu menyebutkan harapan agar umat memperoleh perlindungan dari kebakaran, pencurian, dan berbagai musibah.

Namun, inti pembelajaran yang ditekankan adalah menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai dorongan untuk memperbaiki akhlak, memperbanyak zikir, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Melalui materi ini, umat Islam diharapkan semakin mengenal sosok Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan, sekaligus menumbuhkan kecintaan yang diwujudkan melalui perilaku baik dan pengamalan ajaran Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....