Kenapa Peringatan 17 Agustus Identik dengan Perlombaan?

  • 10 Agt 2026 13:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Setiap memasuki bulan Agustus, suasana perayaan kemerdekaan Indonesia biasanya tidak hanya diwarnai dengan pengibaran bendera disetiap bangunan dan melaksanakan upacara kemerdekaan. Di berbagai lingkungan, masyarakat juga mulai andil menyiapkan beragam perlombaan yang menarik, mulai dari balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, hingga panjat pinang. Tradisi tersebut bahkan sudah begitu melekat hingga sulit membayangkan perayaan 17 Agustus tanpa adanya berbagai macam perlombaan.

Lalu, mengapa perayaan kemerdekaan identik dengan perlombaan? Dilansir dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar) Kemendikdasmen, tradisi perlombaan 17 Agustus disebut mulai berkembang sekitar tahun 1950-an. Lomba kemudian menjadi salah satu cara masyarakat memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus menghidupkan suasana kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Seiring waktu, perlombaan Agustusan berkembang menjadi tradisi yang dilakukan di berbagai tempat. Kegiatan ini tidak membutuhkan perlengkapan yang rumit sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai lini usia. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dapat berkumpul dan berpartisipasi dalam kegiatan yang sama. Karena itu, lomba 17-an tak sekadar jadi ajang hiburan, lucu-lucuan atau nyari hadiah semata. Lebih dari itu, momen ini jadi wadah kumpul yang ampuh buat ngobrol, saling sapa, dan mempererat tali silaturahmi Masyarakat yang mungkin jarang ketemu di hari biasa.

Di balik keseruannya, sejumlah perlombaan juga memiliki nilai yang berkaitan dengan kehidupan bersama. BBPPMPV Bispar Kemendikdasmen menjelaskan bahwa permainan seperti tarik tambang dapat menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Sementara panjat pinang kerap dimaknai sebagai gambaran perjuangan dan kerja sama untuk mencapai tujuan. Nilai-nilai tersebut membuat perlombaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mencari pemenang.

Kesederhanaan inilah yang membuat tradisi lomba 17 Agustus mampu bertahan dari generasi ke generasi. Bentuk perlombaannya mungkin berubah mengikuti zaman, tetapi semangat berkumpul, bersenang-senang, dan mempererat hubungan antarwarga tetap menjadi bagian penting di dalamnya. Perayaan kemerdekaan pun terasa lebih dekat karena tidak hanya berlangsung dalam kegiatan formal, tetapi juga hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Jadi, lomba 17 Agustus bukan sekadar permainan untuk mendapatkan hadiah. Di balik tawa dan persaingan kecil di antara peserta, ada kesempatan untuk berkumpul, membangun kekompakan, serta merayakan kemerdekaan bersama. Kalau di lingkungan Anda, lomba 17 Agustus apa yang paling ditunggu setiap tahun? (RRI/Aldi W)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....