Adab Berpakaian Menurut Islam Cerminan Ketaatan Seorang Muslim

  • 29 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Berpakaian dalam Islam bukan hanya sebatas pemenuh kebutuhan fisik atau mengikuti tren mode semata, melainkan manifestasi dari ketaatan dan keimanan seorang hamba kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh TGH. Saiful Bahrain, Lc., M.A. saat mengisi program Renungan Senja pada Selasa, 29 September 2026. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa adab berpakaian telah diatur secara rinci dalam syariat untuk menjaga martabat dan kehormatan setiap Muslim.

"Secara bahasa, adab berarti tata krama atau sopan santun. Adab berpakaian dalam Islam adalah etika menutupi tubuh sesuai tuntunan agama. Tujuannya agar setiap kali kita berpakaian, hal itu bernilai ibadah di hadapan Allah SWT," ujar TGH. Saiful Bahrain.

Ia menukil firman Allah SWT dalam Surah Al-A'raf ayat 26 yang mengingatkan bahwa pakaian diturunkan untuk menutup aurat dan sebagai perhiasan. Oleh karena itu, pakaian berfungsi sebagai pembeda identitas seorang mukmin sekaligus benteng diri dari perbuatan maksiat.

TGH. Saiful Bahrain menjelaskan beberapa ketentuan utama berpakaian yang berlaku mutlak dalam ajaran Islam, di antaranya:

  1. Menutup Aurat: Bagi laki-laki, batasan aurat adalah antara pusar hingga lutut. Sedangkan bagi perempuan, seluruh tubuh merupakan aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan.
  2. Tidak Ketat dan Transparan: Pakaian tidak boleh membentuk lekuk tubuh atau berbahan tipis yang dapat menimbulkan fitnah.
  3. Tidak Menyerupai Lawan Jenis: Islam melarang keras pria mengenakan pakaian wanita, begitu pula sebaliknya, demi menjaga fitrah masing-masing.
  4. Tidak Meniru Kaum Fasiq/Kafir: Seorang Muslim diajarkan memiliki identitas mandiri dan tidak mengekor budaya yang bertentangan dengan ajaran agama.
  5. Kesederhanaan (Tidak Sombong): Dilarang berpakaian bermegah-megahan atau bermaksud untuk pamer (riya).

Secara khusus bagi laki-laki, ia mengingatkan adanya larangan memakai bahan sutra murni dan emas, serta keharusan menjaga kebersihan dan kerapian.

Sementara bagi perempuan, adab berpakaian menekankan pentingnya pakaian yang longgar, tidak mencolok agar tidak menjadi pusat perhatian negatif, serta melarang berhias secara berlebihan (tabarruj) di hadapan non-mahram.

Mengakhiri renungannya, TGH. Saiful Bahrain memaparkan lima hikmah utama jika seorang Muslim konsisten menjaga adab berpakaian:

  • Perlindungan Diri: Melindungi dari pandangan negatif dan fitnah.
  • Bernilai Pahala: Menjadikan rutinitas harian berpakaian sebagai ladang ibadah.
  • Mempertegas Identitas: Menjaga jati diri Muslim di tengah arus globalisasi.
  • Menjaga Kesucian Hati: Terhindar dari sifat sombong dan penyakit riya.
  • Menciptakan Rasa Aman: Mendatangkan penghormatan dan rasa nyaman dalam interaksi sosial.

"Di era modern ini, seorang Muslim sejati hendaknya bangga berpenampilan sesuai tuntunan Islam dan tidak terbuai oleh tren mode yang melanggar norma agama," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....