Polda NTB Asah Kepedulian Sosial lewat Lomba Azan dan Memandikan Jenazah
- 19 Jun 2026 07:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Suara azan yang merdu menggema dari Masjid Baitussalam Polda NTB, Kamis 18 Juni 2026. Satu per satu personel kepolisian berdiri di hadapan dewan juri, melantunkan panggilan suci yang mengajak umat Islam menunaikan ibadah. Di sudut lain, sejumlah peserta tampak serius mempraktikkan tata cara memandikan jenazah sesuai syariat Islam.
Pemandangan tersebut mungkin tidak lazim dijumpai dalam keseharian institusi kepolisian. Namun, itulah suasana yang mewarnai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Polda NTB.
Melalui Lomba Azan dan Lomba Memandikan Jenazah, Polda NTB ingin menghadirkan sisi lain dari sosok anggota Polri. Bukan hanya sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian sosial dan pemahaman keagamaan yang baik.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitussalam itu diikuti perwakilan seluruh satuan kerja (Satker) Polda NTB serta Polres dan Polresta jajaran. Masing-masing peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik dalam melantunkan azan maupun mempraktikkan tata cara pengurusan jenazah.
Di balik nuansa kompetisi, tersimpan pesan penting tentang penguatan karakter dan nilai kemanusiaan. Sebab dalam kehidupan bermasyarakat, anggota Polri kerap hadir di tengah warga, termasuk saat menghadapi peristiwa duka.
Kemampuan memandikan jenazah, misalnya, bukan sekadar keterampilan teknis. Lebih dari itu, kemampuan tersebut mencerminkan kesiapan personel untuk membantu masyarakat dalam situasi yang membutuhkan empati dan kepedulian.
Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi kegiatan seremonial maupun bakti sosial, tetapi juga berbagai perlombaan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri.
Menurutnya, lomba azan dan memandikan jenazah memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengasah kemampuan personel agar semakin dekat dengan nilai-nilai religius sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
“Selain dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, lomba ini menjadi ajang peningkatan kemampuan personel dalam bidang sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang perlombaan. Meski bersaing untuk menjadi yang terbaik, para peserta tetap menunjukkan semangat persaudaraan dan saling mendukung. Momen ini sekaligus menjadi wadah mempererat silaturahmi antaranggota dari berbagai Satker dan Polres jajaran.
Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme Polri tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas-tugas kepolisian, tetapi juga dari kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Di usia ke-80 tahun pengabdiannya kepada bangsa, Polri melalui Polda NTB berupaya menunjukkan bahwa kehadiran aparat kepolisian dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari menjaga keamanan hingga turut hadir dalam momen-momen sosial dan keagamaan.
Melalui lantunan azan yang menggema dan praktik pengurusan jenazah yang sarat makna, Hari Bhayangkara tahun ini menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia menjadi cerminan komitmen Polri untuk terus tumbuh sebagai institusi yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....