LPM NTB Dorong Regenerasi Pemulasaran Melalui Pelatihan Jenazah

  • 24 Agt 2026 09:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Lembaga Perempuan Mandiri (LPM) NTB bekerja sama dengan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam NTB menggelar pelatihan pengurusan jenazah. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong regenerasi tenaga pemulasaran jenazah di tengah masyarakat.

Pelatihan dilaksanakan pada minggu ketiga Agustus 2026 di dua lokasi, yakni Majelis Taklim Nurul Iman, Karang Jangkong, Kecamatan Cakranegara, dan Majelis Taklim Al-Istiqomah, Kamasan, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Kegiatan menghadirkan Ketua Pokjaluh Agama Islam sekaligus Tim Pemulasaran Jenazah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Hj. Rahmi Kusbandiah, S.Ag., M.Pd.I. sebagai narasumber.

Pelatihan tersebut dilatarbelakangi kondisi tenaga pemulasaran jenazah di masyarakat yang sebagian besar telah berusia lanjut. Sementara proses regenerasi belum berjalan secara optimal, sehingga diperlukan upaya untuk menyiapkan kader-kader baru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengurusan jenazah.

Selain persoalan regenerasi, masih terdapat masyarakat yang belum memahami tata cara pengurusan jenazah. Tidak sedikit pula yang merasa takut atau belum memiliki keberanian untuk berhadapan langsung dengan jenazah.

Padahal, dalam ajaran Islam, pengurusan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah yang menjadi tanggung jawab bersama umat Islam. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan tersebut perlu terus diwariskan dan dipersiapkan di tengah masyarakat.

Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan agama Islam. Peserta juga diberikan pembekalan untuk menumbuhkan keberanian dan kesiapan dalam mengambil peran ketika terdapat warga di lingkungan sekitar yang meninggal dunia.

Ketua LPM NTB, Dian, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki kemampuan dalam pengurusan jenazah.

“Harapan kami, semakin banyak orang yang bisa dan berani mengurus mayit. Jangan sampai kemampuan ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu atau mereka yang sudah lanjut usia. Karena itu, perlu ada regenerasi agar keterampilan ini tetap ada di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dian, pelatihan pengurusan jenazah perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, termasuk generasi muda. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan pemulasaran jenazah dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

LPM NTB berharap kerja sama dengan Pokjaluh Agama Islam NTB dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, diharapkan semakin banyak kader pemulasaran jenazah yang lahir dari berbagai majelis taklim dan lingkungan masyarakat. Selain memahami tata cara pengurusan jenazah, para kader diharapkan memiliki keberanian, keikhlasan, serta kepedulian untuk membantu sesama.

Dengan adanya regenerasi tenaga pemulasaran, masyarakat diharapkan semakin siap menjalankan salah satu kewajiban penting dalam kehidupan bermasyarakat. Upaya ini juga diharapkan dapat menjaga pelaksanaan fardhu kifayah agar tidak hanya bergantung kepada segelintir orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....