Buah Buni Si Kecil Kaya Manfaat Mulai Terlupakan Masyarakat

  • 23 Jul 2026 09:31 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Buah buni merupakan buah lokal Indonesia yang tumbuh bergerombol dengan rasa manis, asam, dan sedikit sepat.
  • Kandungan antioksidan, vitamin C, dan serat menjadikan buah ini memiliki potensi manfaat bagi kesehatan.
  • Pelestarian buah buni penting untuk menjaga kekayaan hayati dan warisan kuliner Nusantara.

RRI.CO.ID, Mataram - Buah buni (Antidesma bunius) merupakan buah asli yang banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah ini berukuran kecil dengan bentuk bulat menyerupai kelereng dan tumbuh bergerombol dalam satu tangkai.

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), buah buni mengalami perubahan warna dari hijau saat muda, menjadi merah, lalu ungu kehitaman ketika matang. Perubahan warna tersebut juga menjadi penanda tingkat kematangan dan cita rasanya.

Sekilas, buah buni tampak seperti anggur berukuran mini. Namun, keduanya berasal dari keluarga tumbuhan yang berbeda. Saat matang, buah buni memiliki rasa manis dengan sedikit sentuhan asam dan sepat, sedangkan buah yang masih muda cenderung lebih asam. Di balik ukurannya yang kecil, setiap buah hanya memiliki satu biji di bagian tengah sehingga mudah dikonsumsi langsung setelah matang.

Menurut Kementerian Pertanian Republik Indonesia, buni termasuk tanaman lokal yang tumbuh baik di daerah tropis, baik di dataran rendah maupun perbukitan. Pohonnya mampu tumbuh hingga belasan meter dan dahulu banyak ditemukan di pekarangan rumah maupun hutan. Sayangnya, keberadaan tanaman ini kini semakin jarang dijumpai karena banyak tergantikan oleh tanaman buah komersial yang lebih populer.

Selain dikonsumsi segar, masyarakat di berbagai daerah juga memanfaatkan buah buni sebagai bahan dasar sirup, selai, manisan, hingga campuran sambal. Warna ungu kemerahan yang dihasilkan buah matang memberikan tampilan alami yang menarik pada berbagai olahan. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian buah lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya.

Berdasarkan berbagai penelitian yang dipublikasikan BRIN dan jurnal ilmiah, buah buni mengandung senyawa antioksidan, terutama antosianin dan flavonoid. Kandungan tersebut berperan membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat merusak sel. Selain itu, buah buni juga mengandung vitamin C, serat, dan beberapa mineral yang bermanfaat sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Buah buni dengan tingkat kematangan yang berbeda, ditandai oleh variasi warna hijau, merah, hingga ungu kehitaman. Buah yang berwarna gelap umumnya telah matang dan memiliki rasa lebih manis, sedangkan buah yang masih berwarna hijau atau merah cenderung lebih asam. Tandan buah yang menggantung menjadi salah satu ciri khas tanaman buni yang mudah dikenali.

Di tengah melimpahnya buah impor, keberadaan buah buni menjadi pengingat akan kekayaan alam Indonesia yang patut dijaga. Melestarikan tanaman buah lokal bukan hanya menjaga keberagaman hayati, tetapi juga mempertahankan warisan pangan Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....