Merah Putih Berkibar di Lintasan, 1.500 Warga Rayakan HUT RI di Sirkuit Mandalika

  • 17 Agt 2026 11:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sirkuit Mandalika, berlangsung dengan nuansa berbeda. Alih-alih digelar di lapangan atau halaman kantor, upacara kemerdekaan digelar di garis start sirkuit yang selama ini menjadi panggung balap internasional. Sekitar 1.500 orang dari berbagai unsur masyarakat ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut.

Bagi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), pemilihan sirkuit sebagai lokasi upacara bukan sekadar menghadirkan suasana baru. Momentum ini sekaligus ingin menunjukkan bahwa Sirkuit Mandalika terbuka bagi masyarakat.

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan, masyarakat dapat mengakses kawasan sirkuit dengan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kita mau menunjukkan bahwasannya sirkuit Pertamina itu terbuka untuk masyarakat umum. Siapa pun, tidak ada eksklusivitas,” ujar Ahmad.

Peringatan kemerdekaan itu pun dikemas dengan melibatkan berbagai elemen. Pelajar, masyarakat sekitar kawasan Mandalika, TNI dan Polri, marshal, komunitas olahraga, hingga pelaku UMKM ikut meramaikan rangkaian kegiatan.

Beragam atraksi turut disuguhkan, mulai dari pertunjukan seni budaya, drum band sekolah, rollerblade, kegiatan UMKM, hingga atraksi TNI dan Polri. Penampilan pesawat TNI Angkatan Udara serta konfigurasi bendera membentuk angka 81 menjadi bagian dari perayaan.

“Ini adalah peringatan yang kita selenggarakan bersama. Kita ingin guyup, gotong royong antara masyarakat,” kata Ahmad Senin 17 Agustus 2026.

Di balik kemeriahan perayaan, suasana haru juga terasa. Sebelum upacara dimulai, seluruh peserta menggelar moment of silence untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Ahmad mengatakan, ITDC bersama InJourney Group telah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Kita doakan yang meninggal agar diampuni dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan. Kita juga harus membantu sesama,” ujarnya.

Menurut Ahmad, kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian dari semangat kemerdekaan. Karena itu, peringatan HUT RI di Sirkuit Mandalika tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong.

Dari peringatan kemerdekaan, perhatian kemudian diarahkan pada masa depan Mandalika dan dunia balap Indonesia.

ITDC membawa semangat The Rise of Indonesian Heroes, yakni menjadikan Sirkuit Mandalika sebagai salah satu tempat tumbuhnya talenta otomotif Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.

Ahmad menyebut Mario Aji yang kini berlaga di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 sebagai contoh talenta muda yang tengah membawa nama Indonesia di kejuaraan dunia.

“Kita ingin ada pahlawan-pahlawan baru yang diciptakan dari adanya Sirkuit Mandalika ini,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan sirkuit tidak semata untuk mendatangkan ajang balap internasional. Lebih jauh, Mandalika diharapkan mampu membuka peluang bagi atlet, tenaga kerja, komunitas, dan pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Pada MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober, ITDC menargetkan sedikitnya 3.000 tenaga sukarelawan terlibat. Sementara itu, enam marshal Mandalika telah mengantongi sertifikasi dan berpeluang bertugas dalam berbagai ajang balap internasional.

“Ini adalah wujud daripada adanya Mandalika. Tenaga kerja terserap, UMKM binaan kami juga terus jalan,” kata Ahmad.

ITDC juga menargetkan dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak ekonomi yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 4,96 triliun ditargetkan naik menjadi lebih dari Rp 5 triliun. Jumlah penonton juga diproyeksikan meningkat dari sekitar 140.000 menjadi 145.000 orang.

Ahmad menegaskan, dampak keberadaan Mandalika tidak hanya dihitung dari jumlah penonton MotoGP. Aktivitas UMKM, penyerapan tenaga kerja, pariwisata, serta berbagai kegiatan ekonomi di sekitar kawasan juga menjadi bagian dari manfaat yang ingin diperluas.

Karena itu, dalam perayaan HUT RI kali ini, ITDC turut melibatkan 10 UMKM binaan dalam kegiatan kuliner. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan Mandalika agar tidak hanya hidup ketika MotoGP berlangsung.

“Yang kita bicarakan beyond MotoGP itu semuanya ikut terdampak ekonomi,” ujarnya.

Rangkaian peringatan HUT RI juga diisi dengan pawai, kegiatan olahraga, penanaman pohon, ziarah dan tabur bunga di taman makam pahlawan, serta pemberian santunan kepada veteran dan anak yatim.

Seluruh rangkaian tersebut menjadi gambaran bahwa Mandalika tidak hanya dibangun sebagai sirkuit, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi masyarakat dan penggerak ekonomi daerah.

Ahmad mengatakan, semangat yang dibawa dalam peringatan HUT ke-81 RI tersebut mencakup tiga hal, yakni rasa syukur atas kemerdekaan, kepedulian terhadap sesama, dan kesiapan menyambut MotoGP Mandalika 2026.

“Yang pertama kita mensyukuri nikmat kemerdekaan 81 tahun berkat jasa para pahlawan. Kedua, kita tidak lupa berempati. Ketiga, kita menyongsong event besar internasional kebanggaan bangsa Indonesia, yaitu MotoGP 2026,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....