QS Maryam 26, Pesan Allah Menenangkan Hati

  • 13 Jul 2026 14:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Unggahan sejumlah pengguna media sosial yang mengaitkan aktivitas makan dengan pesan dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 26 menjadi perhatian warganet. Dalam unggahan tersebut, banyak yang menyampaikan bahwa ketika seseorang sedang mengalami kesedihan dan kegundahan, Allah SWT mengajarkan untuk menenangkan diri, salah satunya dengan menjaga kebutuhan fisik melalui makan dan minum.

Salah satu unggahan datang dari akun TikTok @mediawati-ilmi, Senin 13 Juli 2026. Dalam videonya disebutkan, Ternyata ketika hati lagi sedih dan gundah, Allah menyuruh kita makan untuk menenangkan diri.”

Hal senada juga disampaikan akun TikTok Tyra-Azmi yang mengingatkan bahwa saat seseorang berada dalam kesedihan, Allah SWT tidak hanya memerintahkan untuk bersabar dan menjadi kuat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi fisik manusia.

“Bahkan ketika kita sedih, Allah tidak langsung menyuruh kita kuat, melainkan: makan,” tulis akun tersebut.

Pesan tersebut dikaitkan dengan kisah Bunda Maryam ketika menghadapi ujian yang sangat berat. Dalam Surat Maryam ayat 26, Allah SWT memerintahkan Maryam untuk makan, minum, dan menenangkan hatinya setelah melalui proses persalinan dalam kondisi penuh tekanan dan kesedihan.

"Maka makanlah dan minumlah serta bersenang hatilah. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah: Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini." (QS. Maryam: 26)

Ayat tersebut mengandung sejumlah hikmah yang dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Pertama, pentingnya menjaga kesehatan fisik. Dalam kondisi sedih, stres, maupun kelelahan, tubuh tetap membutuhkan asupan makanan dan minuman yang cukup. Menjaga kondisi fisik dapat membantu seseorang memiliki energi untuk menghadapi masalah dengan lebih baik.

Kedua, ayat tersebut mengajarkan pentingnya menenangkan hati dan berserah diri kepada Allah SWT. Frasa “qarrī ‘ainā dalam ayat tersebut bermakna menenangkan hati atau menyejukkan pandangan. Pesan ini mengingatkan manusia agar tidak terus larut dalam kecemasan setelah melakukan ikhtiar.

Ketiga, Allah juga mengajarkan untuk menghindari perdebatan yang tidak memberikan manfaat. Dalam kisah Maryam, Allah memerintahkan untuk berpuasa bicara agar tidak terjebak dalam perdebatan maupun menghadapi tuduhan yang menyakitkan. Jika harus menjelaskan sesuatu, cukup dilakukan dengan cara yang baik dan bijaksana.

Fenomena unggahan di media sosial ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an tidak hanya memberikan tuntunan dalam beribadah, tetapi juga memberikan panduan dalam menghadapi kondisi psikologis manusia.

Ketika menghadapi masa sulit, umat Islam diajarkan untuk tetap menjaga kesehatan, menenangkan pikiran, memperbanyak doa, serta mencari cara yang baik untuk mengelola tekanan agar mampu menghadapi ujian dengan lebih tenang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....