Rumah Dipenuhi Al-Qur'an Hadirkan Kedamaian Keluarga Sejati
- 11 Jun 2026 15:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Kebahagiaan hidup tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya harta, kemewahan rumah, maupun fasilitas yang dimiliki. Kebahagiaan sejati lahir dari kedekatan kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ustadzah Rahmi Kusbandiyah, M.Pd.I dalam program Renungan Senja, Kamis 11 Juni 2026. Dalam tausiyahnya, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Thaha ayat 124:
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha: 124).
Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa ketenangan dan kebahagiaan hidup tidak selalu berbanding lurus dengan kekayaan materi. Seseorang bisa saja memiliki rumah besar dan segala fasilitas yang lengkap, namun tetap merasa gelisah apabila jauh dari petunjuk Allah SWT.
"Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan yang sempit bukan hanya soal kekurangan materi, tetapi juga hati yang tidak tenang karena jauh dari Al-Qur'an dan dzikir kepada Allah," ujarnya.
Ia mencontohkan, banyak rumah megah yang penghuninya jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing. Ada pula rumah yang dipenuhi berbagai fasilitas modern, namun sering dilanda pertengkaran dan ketidakharmonisan. Sebaliknya, banyak rumah sederhana yang menghadirkan kedamaian karena penghuninya menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
"Rumah yang hidup bukan karena ramainya suara televisi atau padatnya aktivitas. Rumah yang hidup adalah rumah yang dipenuhi bacaan Al-Qur'an, doa, dan dzikir kepada Allah SWT," katanya.
Ustadzah Rahmi juga mengutip hadis Rasulullah SAW:
"Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya adalah seperti orang hidup dan orang mati." (HR. Muslim).
Menurutnya, setiap anggota keluarga memiliki peran penting dalam membangun rumah tangga yang Qurani. Seorang ayah perlu mampu mengelola emosi dan menjadi teladan dalam kebaikan. Seorang ibu yang dekat dengan Al-Qur'an akan lebih sabar dan bijaksana dalam mendidik anak-anak. Sementara anak-anak yang dibiasakan membaca dan memahami Al-Qur'an akan memiliki pondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia menegaskan bahwa membangun keluarga Qurani tidak dapat dilakukan secara instan. Al-Qur'an mengajarkan nilai kesabaran, tanggung jawab, keistiqamahan, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sedang berlangsung. Semangat MTQ XXXI NTB diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak keluarga Qurani yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Di akhir tausiyahnya, Ustadzah Rahmi mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dengan membiasakan membaca Al-Qur'an bersama keluarga, mengajarkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak, serta memperbanyak doa di dalam rumah.
"Insya Allah, rumah yang dihidupkan dengan Al-Qur'an akan menjadi tempat turunnya rahmat Allah, dijauhkan dari perselisihan, dan melahirkan generasi Qurani yang menjadi harapan masa depan umat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....