Hindari Sifat Berlebihan, Kikir, dan Menyakiti Tetangga
- 10 Jun 2026 11:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram: Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi berbagai sifat tercela yang dapat merusak hubungan manusia dengan Allah SWT maupun dengan sesama. Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhsinin dalam program Renungan Senja, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, salah satu sifat tercela yang harus dihindari adalah sikap berlebihan atau melampaui batas dalam berbagai hal, baik dalam penggunaan harta, gaya hidup, maupun perilaku sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengingatkan manusia dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 31 yang berbunyi: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam memenuhi kebutuhan duniawi. Sikap berlebihan sering kali mendorong seseorang pada perilaku sombong, pamer, dan membanggakan diri di hadapan orang lain.
Selain itu, Ustadz Muhsinin juga mengingatkan agar umat Islam menjauhi sifat boros. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 27:
"Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."
Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa pemborosan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merupakan perilaku yang dibenci Allah SWT. Seorang mukmin dituntut untuk menggunakan nikmat yang diberikan Allah secara bijaksana dan penuh tanggung jawab.
Sifat tercela berikutnya yang disoroti adalah kikir dan zalim. Ia menegaskan bahwa seluruh agama mengajarkan kebaikan dan mencela kedua sifat tersebut karena dapat menimbulkan kerusakan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ustadz Muhsinin mengutip sabda Rasulullah SAW:
"Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat. Dan takutlah kalian terhadap sifat kikir, karena sifat kikir telah membinasakan umat-umat sebelum kalian.." (HR Muslim).
Ia menjelaskan, kezaliman mencakup segala bentuk tindakan yang merugikan hak orang lain, baik melalui perkataan, perbuatan, maupun keputusan yang tidak adil. Sementara sifat kikir membuat seseorang enggan berbagi, membantu sesama, atau menunaikan hak-hak yang wajib diberikan kepada orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Muhsinin juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup bermasyarakat dengan saling menghormati, menghargai, dan menjaga perasaan satu sama lain.
"Jangan saling iri hati, saling membenci, apalagi sampai membuat tetangga merasa tidak nyaman," ujarnya.
Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW: "Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman." Para sahabat bertanya, "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya." (HR Bukhari dan Muslim).
“ Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga kenyamanan dan keamanan tetangga. Keimanan seseorang tidak hanya diukur dari ibadahnya kepada Allah SWT, tetapi juga dari sikap dan perilakunya terhadap orang-orang di sekitar,” tutup Muhsinin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....