Warga Lokal Mendominasi, 54 Manager Kopdes Berasal dari Lombok Barat
- 02 Okt 2026 14:51 WIB
- Mataram
Poin Utama
- 54 warga Kabupaten Lombok Barat berhasil direkrut sebagai manajer Kopdes Merah Putih melalui proses seleksi yang kompetitif.
- Pencapaian ini membuktikan bahwa sumber daya manusia lokal memiliki kemampuan yang setara untuk bersaing dalam pengelolaan koperasi desa.
- Kepala Desa Taman Ayu Muhammad Tajudin menyakini bahwa kedekatan manajer dengan masyarakat lokal menjadi kunci efektivitas komunikasi dan pemahaman kebutuhan koperasi.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Sebanyak 54 warga Kabupaten Lombok Barat dipercaya mengisi posisi manager Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sumber daya manusia lokal mampu bersaing dalam proses seleksi dan pengelolaan koperasi di tingkat desa.
Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, mengapresiasi keterlibatan warga lokal dalam pengelolaan Kopdes Merah Putih. Menurutnya, kedekatan manager dengan masyarakat desa dapat menjadi modal penting untuk membangun komunikasi sekaligus memahami kebutuhan koperasi secara langsung.
"Alhamdulillah, sekarang kita bisa melihat secara nyata bahwa khusus Lombok Barat sudah ada 54 orang yang menjadi manager Kopdes," kata Muhammad Tajudin, Jumat 2 Oktober 2026.
Ia menyebut, salah satu manager yang terpilih bahkan merupakan warga Desa Taman Ayu. Kondisi tersebut dinilai memberikan keuntungan tersendiri karena pengelola memahami karakter masyarakat dan lingkungan ekonomi desa.
"Ketika manager berasal dari desa sendiri, tentu ada kedekatan emosional yang bisa menjadi bahan evaluasi dan treatment bagi pengurus dalam memaksimalkan fungsi koperasi di lapangan," ujarnya.
Tajudin menilai keterlibatan masyarakat lokal sekaligus menjawab kekhawatiran yang sebelumnya muncul mengenai kemungkinan pengelolaan koperasi desa oleh orang dari luar wilayah.
Menurut dia, keberadaan 54 manager asal Lombok Barat menunjukkan bahwa kemampuan tenaga lokal tidak kalah dibandingkan peserta dari daerah maupun provinsi lain.
"Ini membuktikan teman-teman dari Lombok Barat mampu bersaing dengan kabupaten dan provinsi lain. Pendekatan kewilayahan akhirnya juga bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," katanya menegaskan.
Ia menambahkan, pengembangan Kopdes Merah Putih sebaiknya tidak hanya dilihat berdasarkan kepentingan program pemerintah dalam kurun lima tahun. Menurutnya, fondasi koperasi desa perlu dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi masyarakat untuk jangka panjang.
Tajudin mengaitkan hal tersebut dengan agenda pembangunan nasional pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk upaya mempersiapkan bonus demografi menuju 2045.
"Kalau kita melihatnya hanya lima tahun, mungkin banyak program yang terasa kontroversial di awal. Tetapi kalau kita menggunakan perspektif 15 tahun ke depan, fondasi yang dibangun hari ini bisa menjadi bagian dari upaya menyelamatkan masa depan Indonesia," ucapnya.
Menurutnya, konsep ekonomi sirkular di desa juga memiliki keterkaitan dengan penguatan ketahanan pangan. Kopdes dapat menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan potensi ekonomi desa sekaligus memperkuat rantai produksi dan konsumsi masyarakat setempat.
Ia mengakui implementasi sejumlah program pemerintah masih membutuhkan penyempurnaan. Namun, fondasi yang telah dibangun dinilainya cukup kuat untuk dikembangkan apabila mendapat dukungan dari seluruh pihak.
"Secara fondasi sudah cukup bagus. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana kita bersama-sama mendukung dan memaksimalkan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....