Ratusan Siswa yang Keracunan Kebab MBG di Lombok Tengah Sudah Dipulangkan
- 11 Sep 2026 21:05 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sebanyak 333 siswa SD di Lombok Tengah yang mengalami dugaan keracunan usai menyantap kebab MBG telah dipulangkan dari puskesmas.
- BGN NTB kini memantau kondisi siswa, menunggu hasil laboratorium, dan menghentikan sementara SPPG yang memproduksi menu tersebut.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Ratusan siswa korban dugaan keracunan kebab MBG di Lombok Tengah akhirnya dipulangkan. Total 333 siswa telah mendapat penanganan medis dan kini tidak ada yang menjalani perawatan hingga Jum'at malam, 11 September 2026.
"Semua korban sudah dipulangkan dan sudah tidak ada yang dirawat," ujar Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) NTB Eko Prasetyo.
Eko mengatakan pemulangan dilakukan setelah para siswa mendapat penanganan medis di empat puskesmas. BGN selanjutnya memantau kondisi para siswa dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
"Selanjutnya kami akan menunggu arahan pimpinan pusat serta hasil lab terhadap sampel makanan yang diproduksi hari ini," kata Eko.
Sebanyak 333 siswa tersebut mendapat penanganan di Puskesmas Mantang, Aik Darek, Pringgerata, dan Bagu. Rinciannya, 51 siswa di Puskesmas Mantang, 86 siswa di Puskesmas Aik Darek, 180 siswa di Puskesmas Pringgerata, dan 16 siswa di Puskesmas Bagu.
Para siswa sebelumnya menyantap menu kebab MBG yang terdiri dari kulit kebab atau tortilla, ayam yang dikukus kemudian ditumis, stik tempe, selada, timun, serta buah salak.
| Baca juga: Menu SPPG Tak Pernah Dilaporkan ke Satgas |
BGN NTB telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah pusat. SPPG yang memproduksi menu tersebut juga akan diberhentikan sementara sebagai langkah penanganan awal.
BGN belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dilakukan untuk mengetahui sumber penyebabnya.
Eko juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, keluarga atau wali murid, serta pihak sekolah atas kejadian tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....