333 Siswa SD di Lombok Tengah Keracunan usai Santap Kebab MBG

  • 11 Sep 2026 20:33 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Sebanyak 333 siswa SD di Lombok Tengah mendapat penanganan setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap kebab MBG.
  • Seluruh siswa telah dipulangkan, sementara SPPG yang memproduksi makanan dihentikan sementara sambil menunggu hasil laboratorium.

‎RRI.CO.ID, Lombok Tengah: Sebanyak 333 siswa sekolah dasar (SD) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat, September 2026. Menu yang dikonsumsi para siswa berupa kebab.

‎Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) NTB Eko Prasetyo membenarkan kejadian tersebut. Hingga pukul 18.00 Wita, seluruh korban telah mendapat penanganan di empat puskesmas.

‎"Total semua korban sampai jam 18.00 adalah 333," kata Eko.

‎Rinciannya, 51 siswa mendapat penanganan di Puskesmas Mantang, 86 siswa di Puskesmas Aik Darek, 180 siswa di Puskesmas Pringgerata, dan 16 siswa di Puskesmas Bagu. Kabar baiknya, seluruh siswa yang sempat mendapat penanganan telah diperbolehkan pulang dan tidak ada korban yang masih menjalani perawatan.

‎Menu kebab yang dibagikan dalam program MBG tersebut terdiri atas kulit kebab atau tortilla, ayam yang dikukus kemudian ditumis, stik tempe, selada, timun, serta buah salak.

‎BGN NTB kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan yang diproduksi hari ini telah disiapkan untuk pemeriksaan.

‎"Kami akan menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan pusat dan bersama-sama menunggu hasil lab terhadap sampel makanan yang diproduksi hari ini," ujar Eko.

‎Sebagai langkah awal, laporan kejadian tersebut telah dilaporkan ke BGN pusat. SPPG yang memproduksi makanan juga akan diberhentikan sementara sambil menunggu proses penanganan dan evaluasi lebih lanjut.‎

‎Eko menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang terdampak, keluarga atau wali murid, serta pihak sekolah. "Kami perlu menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini kepada adik-adik yang terdampak, termasuk keluarga atau wali murid dan pihak sekolah," katanya.

‎Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov NTB, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, puskesmas, TNI-Polri, dan berbagai pihak yang membantu penanganan para siswa. BGN NTB memastikan pemantauan terhadap kondisi para siswa terus dilakukan. Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....