CKG Siswa SMPN 15 Mataram, Deteksi Dini Kesehatan Jadi Perhatian Sekolah
- 01 Sep 2026 15:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Sebanyak 425 siswa kelas 7 SMPN 15 Mataram mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai Selasa 1 September 2026. Pemeriksaan dilakukan bertahap oleh petugas Puskesmas Kota Mataram dan ditargetkan menjangkau seluruh siswa kelas 7 tanpa terkecuali.
Kepala SMPN 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani, mengatakan pelaksanaan CKG tahun ini merupakan tahun kedua program tersebut dilaksanakan setelah diresmikan pada tahun lalu oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB di SMPN 15 Mataram. Jika tahun sebelumnya pemeriksaan menyasar siswa kelas 7, 8, dan 9, tahun ini pemeriksaan difokuskan pada 425 siswa kelas 7.
"Untuk tahun ini cek kesehatan gratis sudah dilaksanakan mulai hari ini per 1 September oleh Puskesmas Mataram. Yang dicek siswa kelas 7 dan semuanya kami ikutkan," jelasnya, Selasa 1 September 2026.
Pada hari pertama, pemeriksaan baru dilakukan terhadap dua kelas. Selanjutnya, pemeriksaan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat dengan total 11 kelas yang menjadi sasaran. Jika belum seluruhnya selesai, pemeriksaan akan dilanjutkan pada Senin berikutnya.
Rangkaian CKG diawali dengan pendaftaran yang dilakukan orang tua siswa melalui layanan Ayo CKG. Sebelum pemeriksaan di sekolah, siswa juga menjalani skrining kesehatan secara mandiri melalui WhatsApp Kementerian Kesehatan paling lambat tujuh hari sebelum pemeriksaan, dengan pendampingan orang tua di rumah.
Setelah itu, petugas puskesmas melakukan pemeriksaan langsung di sekolah. Pemeriksaan mencakup pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan kesehatan gigi, mata dan telinga, tekanan darah serta kondisi kesehatan secara umum.
Tidak hanya pemeriksaan fisik, skrining juga mencakup sejumlah aspek kesehatan lainnya, termasuk pemeriksaan darah.
Aspek kesehatan jiwa juga menjadi perhatian. Dalam rangkaian skrining, siswa mendapat pemeriksaan terkait kesehatan jiwa, kebiasaan merokok, skrining penyakit tidak menular (PTM), serta tuberkulosis (TBC).
Sri Wahyu menilai cakupan pemeriksaan yang cukup luas tersebut penting karena kondisi kesehatan siswa tidak selalu dapat diketahui hanya dari kondisi fisiknya.
"Betul-betul anak-anak kami dicek, dikontrol kesehatan jasmaninya. Jadi sekaligus langsung mengetahui apa yang dialami oleh anak-anak kami dengan hasil pemeriksaan yang nantinya didapatkan dari puskesmas," terangnya.
| Baca juga: Lima Klinik TNI-Polri Dukung CKG di Mataram |
Kepala Puskesmas juga turut hadir mendampingi pelaksanaan pemeriksaan di SMPN 15 Mataram. Bagi pihak sekolah, kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di lingkungan sekolah memudahkan proses pemeriksaan sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi siswa.
Sri Wahyu mengatakan hasil pemeriksaan nantinya diserahkan terlebih dahulu kepada pihak sekolah. Selanjutnya, sekolah akan meneruskan hasil tersebut kepada siswa untuk disampaikan kepada orang tua.
Jika ditemukan persoalan kesehatan, orang tua diminta menindaklanjutinya sesuai hasil pemeriksaan. Penanganan dapat dilakukan melalui puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain apabila kondisi siswa membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Sekolah juga akan melibatkan wali kelas untuk memantau tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut. Langkah ini dilakukan agar CKG tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi berlanjut pada penanganan terhadap kondisi kesehatan yang ditemukan.
"Kami minta bantuan wali kelas untuk melihat sejauh mana ini sudah dilaksanakan oleh orang tua dan seperti apa hasil pemeriksaannya," ujar Sri Wahyu.
Hasil pemeriksaan diperkirakan baru diterima sekolah sekitar dua minggu setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai. Pihak puskesmas membutuhkan waktu untuk mengolah hasil pemeriksaan karena pelaksanaan CKG juga dilakukan di sejumlah sekolah lainnya.
Kepala SMPN 15 Mataram menilai program tersebut penting untuk dilakukan secara rutin karena dapat membantu sekolah dan orang tua mengetahui kondisi kesehatan anak secara lebih dini.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan juga dapat menjadi sarana memperkuat perhatian orang tua terhadap kondisi anak, terutama pada aspek yang terkadang tidak terlihat dalam aktivitas sehari-hari.
"Program ini sangat luar biasa, sehingga nantinya akan segera ditindaklanjuti oleh orang tua. Jadi ada kerja sama, kemudian ada perhatian juga dari orang tua terhadap kesehatan putra-putrinya," katanya.
Selain menjadi upaya deteksi dini, pihak SMPN 15 Mataram juga akan menunggu hasil pemeriksaan untuk melihat keterkaitannya dengan pembiasaan hidup sehat yang selama ini diterapkan di sekolah. Salah satunya melalui kebiasaan siswa membawa sarapan bergizi dari rumah serta mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami ingin juga melihat, ada tidak korelasinya antara asupan gizi yang selama ini kami programkan, yaitu anak-anak membawa sarapan bergizi dari rumah, kemudian mendapatkan MBG dari pemerintah," tuturnya.
Dengan demikian, CKG di SMPN 15 Mataram tidak hanya menjadi pemeriksaan kesehatan sesaat, tetapi diharapkan menjadi pijakan bagi sekolah dan orang tua untuk mengetahui kondisi peserta didik sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....