Pengawasan MBG di Mataram Diperketat, Dinkes Soroti Kualitas Layanan
- 30 Jul 2026 13:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram tidak hanya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak terhadap percepatan penurunan stunting dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Mataram meminta Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan serta tata kelola program hingga tingkat daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, di Mataram, Kamis, mengatakan Korwil BGN perlu melakukan pemantauan secara rutin terhadap kelompok sasaran prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menurutnya, pengawasan yang konsisten penting agar pelaksanaan MBG benar-benar mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting.
"Program BGN ini harus menjadi atensi karena memiliki dampak terhadap program pemerintah lainnya, terutama penguatan upaya penurunan stunting. Saya minta Korwil mulai memantau secara rutin dan konsisten kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," katanya, Kamis 30 Juli 2026.
Selain aspek kesehatan, Dinkes juga meminta Korwil BGN memetakan rantai pasok bahan pangan yang digunakan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Emirald mengusulkan agar kebutuhan bahan makanan diprioritaskan berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan potensi pertanian di setiap kelurahan maupun lingkungan di Kota Mataram.
"Kami inginkan yang terbaik sehingga program ini juga dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal," ujar Emirald.
Emirald juga meminta seluruh Korwil dan SPPG lebih responsif menindaklanjuti berbagai laporan yang disampaikan melalui grup Satgas MBG Kota Mataram yang melibatkan Sekretaris Daerah, Asisten I, aparat penegak hukum, dan instansi terkait. Salah satu perhatian utama adalah memastikan setiap kemasan makanan mencantumkan batas waktu konsumsi secara jelas serta diawasi langsung oleh SPPG, bukan hanya diserahkan kepada pihak sekolah.
"Kami berharap komunikasi di Satgas MBG menjadi sarana membangun kritik yang positif agar kualitas pelayanan terus meningkat," ujar Emirald.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....