Dapur SPPG Kembali Aktif, Permintaan Bahan Pokok Meningkat

  • 20 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali berjalan seiring dimulainya kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah setelah libur selama sepekan terakhir.

Kembalinya operasional dapur SPPG membuat permintaan berbagai kebutuhan pokok di pasar kembali meningkat.

Meski dari sekitar 70 SPPG yang direncanakan di Kabupaten Dompu baru 12 unit yang telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses persiapan, keberadaan dapur tersebut sudah cukup memengaruhi dinamika pasokan bahan pangan di pasar tradisional.

Beberapa komoditas yang kembali menjadi incaran di antaranya telur, bawang merah, cabai, bawang putih, sayur mayur, daging sapi, hingga daging ayam.

Kondisi ini membuat pedagang makanan harus bersaing dengan pengelola SPPG untuk mendapatkan bahan baku.

Salah seorang pedagang nasi goreng di Dompu, Suryati, mengaku kini lebih memilih membeli telur sisa atau telur pecah. Selain harganya lebih murah, kualitasnya masih layak dikonsumsi.



"Kalau mau dapat telur yang bagus harus datang pagi-pagi sekali ke pasar. Kalau terlambat, biasanya sudah diborong pengelola SPPG," ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.

Menurutnya, selain telur, persaingan mendapatkan bahan baku juga terjadi pada komoditas sayur mayur, bawang merah, cabai, bawang putih, hingga daging ayam dan daging sapi yang menjadi kebutuhan harian warung makan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Dompu memastikan kondisi tersebut tidak sampai mengganggu ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Rendra Pahlewa, mengatakan stok kebutuhan pokok di Dompu masih dalam kondisi aman dan harga relatif stabil.

Menurutnya, komoditas yang diproduksi di dalam daerah seperti sayur mayur, bawang merah, bawang putih, daging ayam maupun daging sapi masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan SPPG.

Sementara untuk komoditas telur yang sebagian besar didatangkan dari luar daerah, pihaknya telah mengantisipasi meningkatnya permintaan dengan meminta para distributor dan pedagang menambah pasokan.

"Kami sudah meminta pedagang telur untuk menambah stok, terutama setelah SPPG kembali aktif usai libur panjang sekolah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena stok tetap mencukupi dan harga masih terkendali," kata Rendra.

Dinas Perindag berharap penambahan pasokan dari distributor dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, pelaku usaha kuliner, dan dapur SPPG, sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....