Gubernur Iqbal Temukan Sekolah di Lombok Barat Belum Pernah Terima MBG

  • 26 Jun 2026 09:56 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto ternyata belum menjangkau seluruh sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB).
  • Iqbal mengatakan persoalan utama yang membuat program tersebut belum sampai ke sekolah itu bukan karena ketiadaan layanan, melainkan akses jalan yang belum mendukung kendaraan distribusi.

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto ternyata belum menjangkau seluruh sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di ujung utara Kabupaten Lombok Barat, masih ada sekolah dasar yang belum pernah menerima distribusi makanan bergizi tersebut.

Temuan itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi SDN 4 Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kamis, 25 Juni 2026. Sekolah yang berada di ujung utara Lombok Barat itu belum pernah menerima distribusi makanan bergizi untuk para siswanya.

Iqbal mengatakan persoalan utama yang membuat program tersebut belum sampai ke sekolah itu bukan karena ketiadaan layanan, melainkan akses jalan yang belum mendukung kendaraan distribusi. Padahal, tidak jauh dari lokasi sekolah terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia makanan program MBG.

Gubernur NTB, lalu Muhmad Iqbal (tengah) bersama para guru SDN 4 Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok barat. (Foto: RRI/Muh.Halwi).

"Kita nanti akan melakukan intervensi terhadap jalan ini. Ada dua dampak yang bisa dirasakan, pertama perekonomian rakyat berputar karena hasil hutan bisa lebih cepat sampai ke pasar, kedua layanan MBG dari bawah bisa sampai ke atas ini," kata Iqbal.

Menurut Iqbal, perbaikan akses jalan di Desa Mekarsari tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan program pemerintah, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan. Infrastruktur menjadi faktor penting agar masyarakat di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam mendapatkan layanan dasar.

Ia belum memastikan sumber anggaran yang akan digunakan untuk penanganan jalan tersebut. Namun, Iqbal telah meminta jajaran pemerintah daerah mulai menyusun perencanaan agar persoalan akses tersebut segera ditangani.

"Saya sudah minta jajaran untuk mulai melakukan perencanaan," ujarnya.

Sebelumnya, salah satu guru SDN 4 Mekarsari, Nurjanah, mengatakan sekolahnya belum menerima program MBG karena terkendala akses jalan. Menurut dia, kendaraan distribusi makanan belum dapat mencapai lokasi sekolah yang berada di wilayah perbukitan tersebut.

"Ada di bawah, tapi mungkin terkendala jalan yang membuat dia belum bisa sampai ke sini," kata Nurjanah.

Ia mengatakan beberapa waktu lalu petugas dari SPPG sempat datang untuk melihat kondisi siswa. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut mengenai penyaluran program tersebut.

"Kemarin ada petugas SPPG yang datang, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut," ujarnya.

SDN 4 Mekarsari saat ini hanya memiliki 43 siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Nurjanah menilai para siswa di sekolah tersebut menjadi kelompok yang layak mendapatkan program MBG karena kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.

"Kalau kita lihat, siswa di sini sangat layak mendapatkan itu dibanding yang di bawah kalau melihat kehidupan sehari-harinya," kata dia.

Desa Mekarsari merupakan salah satu desa penerima program Desa Berdaya Transformatif karena masuk dalam wilayah dengan kategori kemiskinan ekstrem di NTB. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....