Terhenti Dua Pekan, Penyaluran MBG Kembali Berjalan
- 12 Jun 2026 08:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Timur sempat terhenti selama sekitar dua minggu akibat belum tersalurkannya pembayaran kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, penyaluran program tersebut telah kembali berjalan normal.
Kepala SMP Negeri 1 Selong, Zaenudin, mengatakan penghentian penyaluran MBG berlangsung sekitar dua minggu, mulai 25 Mei hingga 6 Juni 2026.
“Tidak terlalu lama, sekitar dua minggu. Dari pihak SPPG menyampaikan bahwa pembayaran belum tersalurkan. Untuk saat ini program sudah berjalan kembali sekitar satu minggu,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Zaenudin, pihak sekolah segera menginformasikan penghentian sementara program tersebut kepada para siswa. Informasi tersebut diterima dengan baik karena siswa memahami bahwa MBG merupakan program pemerintah yang sedang mengalami kendala teknis dalam penyalurannya.
Ia menambahkan, pihak SPPG juga telah lebih dahulu menyampaikan pemberitahuan kepada sekolah terkait penghentian sementara tersebut karena pembayaran yang belum diterima. Setelah kembali berjalan, menu MBG disebut mengalami sejumlah perbaikan dan menjadi lebih bervariasi, termasuk penambahan buah-buahan.
Pihak sekolah juga dilibatkan dalam memberikan rekomendasi menu, terutama jenis buah yang sesuai untuk siswa.
“Kami ikut memberikan masukan terkait menu. Untuk buah-buahan juga dipilih yang mudah dikonsumsi siswa dan tidak banyak menyisakan kulit yang berpotensi menjadi sampah,” katanya.
Di SMP Negeri 1 Selong, program MBG saat ini menjangkau 1.023 siswa serta 70 guru dan tenaga tata usaha. Selama pelaksanaan program, pihak sekolah mengaku belum pernah menemukan kasus keracunan makanan.
Selain itu, pihak sekolah rutin melakukan koordinasi dengan penyedia layanan MBG terkait evaluasi menu. Hasilnya, variasi makanan yang diberikan kepada siswa dinilai semakin baik.
Terkait pelaksanaan program ke depan, Zaenudin mengusulkan agar MBG tidak harus diberikan setiap hari. " Program MBG dapat dipertimbangkan untuk dilaksanakan dua kali dalam sepekan sehingga kualitas dan kandungan gizi makanan yang diberikan kepada siswa dapat lebih optimal," ucapnya.
Sementara itu, wacana penyediaan kantin sehat sebagai alternatif pendukung program MBG dinilai sulit diterapkan di SMP Negeri 1 Selong. Keterbatasan lahan sekolah serta jumlah siswa yang cukup banyak menjadi kendala utama dalam penyediaan fasilitas tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....