Viral Dapur MBG tanpa Gedung Permanen di Loteng, Pengelola: Itu Bukan Dapur Utama
- 08 Apr 2026 15:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Sebuah video yang menampilkan aktivitas salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah viral di media sosial. Video tersebut diketahui berasal dari dapur milik Yayasan Budi Sain Mangkling dengan nama SPPG Jontlak 2 yang saat ini tengah dalam proses pemindahan lokasi.
Dalam rekaman yang beredar, muncul anggapan bahwa dapur tersebut tetap beroperasi meski belum memiliki gedung permanen dan dinilai belum memenuhi standar kelayakan fasilitas. Meski demikian, aktivitas produksi hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat disebut tetap berjalan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling, Khaerudin, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa lokasi yang terlihat dalam video bukanlah dapur utama, melainkan tempat sementara untuk proses pencucian ompreng atau wadah makanan.
“Yang terlihat di video itu bukan dapur. Itu hanya lokasi untuk mencuci ompreng sementara, karena dapur utama sedang dalam proses pemindahan,” ujarnya Rabu 8 April 2026.
Ia menjelaskan, lokasi pencucian tersebut merupakan rumah sopir kendaraan operasional MBG yang sehari-hari mengantar makanan. Hal itu menyebabkan kendaraan operasional lebih sering terparkir di lokasi tersebut, sehingga memunculkan persepsi seolah-olah tempat tersebut adalah dapur utama.
Khaerudin menambahkan, aktivitas pencucian ompreng di lokasi tersebut melibatkan sekitar sembilan orang pegawai. Mereka bekerja mulai pukul 14.00 hingga 20.00 WITA, bahkan bisa hingga pukul 21.00 WITA jika diperlukan. Kondisi inilah yang membuat aktivitas di lokasi tersebut masih terlihat hingga malam hari, seperti dalam video yang beredar.
Ia juga menjelaskan, penggunaan lokasi terpisah untuk pencucian ompreng tidak lepas dari proses pemindahan dapur yang sedang berlangsung. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana.
Menurutnya, lokasi dapur sebelumnya dinilai belum memadai, terutama untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.
“Pemindahan ini murni untuk peningkatan infrastruktur, terutama agar IPAL yang dibangun bisa sesuai ketentuan,” jelasnya.
Saat ini, dapur MBG tersebut tengah dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 10 are. Proses pembangunan masih berlangsung, termasuk penyempurnaan fasilitas pendukung seperti IPAL agar memenuhi standar yang ditetapkan.
Sementara itu, aktivitas pencucian ompreng di lokasi sementara disebut baru berjalan selama tiga hari terakhir. Meski dilakukan di tempat terpisah, pihak pengelola memastikan bahwa standar kebersihan tetap dijaga sesuai ketentuan kesehatan.
“Kami pastikan higienitas tetap sesuai standar, meskipun lokasi pencucian sementara dipindah,” jelas Khaerudin.
Ia juga memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional masih berada dalam wilayah yang sama, yakni Kelurahan Jontlak. Proses pemindahan dapur pun saat ini masih berjalan dan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi lintas tingkatan, mulai dari kecamatan hingga wilayah yang lebih tinggi.
Di tengah proses pemindahan dan peningkatan fasilitas tersebut, Khaerudin menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak dihentikan. Hal ini mengingat program MBG merupakan program nasional yang harus terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
“Pelayanan tetap berjalan karena ini program nasional. Masyarakat harus tetap dilayani,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....