SPPG Lelede Pastikan Menu Sekolah Sesuai Standar Gizi

  • 26 Feb 2026 17:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Ramainya keluhan wali murid terkait menu dan kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lombok Barat mendapat tanggapan langsung dari pengelola SPPG Lelede. Aduan yang beredar luas di media sosial itu umumnya menyoroti dugaan ketidaksesuaian menu dengan anggaran yang diturunkan pemerintah.

Kepala SPPG Lelede, Dadang Murdiman, membenarkan adanya komplain dalam beberapa hari terakhir. Ia menjelaskan persoalan tersebut telah menjadi perhatian serius pimpinan pusat.

“Jadi beberapa hari belakangan ini memang ada yang komplain, dinilai tidak sesuai dengan budget yang diturunkan oleh pemerintah,” ujar Dadang saat ditemui RRI di SPPG Lelede, Kediri, Lombok Barat, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Dadang, pimpinan pusat telah menginstruksikan seluruh SPPG untuk memperkuat akuntabilitas harga dan gizi melalui sistem transparansi menu. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyusunan template harian.

“Kami diperintahkan membuat template berisi foto menu, Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta harga per item. Bahkan ada instruksi untuk menempelkan harga pada item yang akan didistribusikan,” katanya.

Ia menegaskan, sebagian konten yang beredar di media sosial dinilai tidak merepresentasikan menu yang sebenarnya disalurkan. Contoh yang banyak dipersoalkan adalah menu apel dan susu saja.

“Kalau hanya apel dan susu itu sebenarnya sudah salah. Tidak bisa dibilang cukup karena tidak ada protein, hanya serat saja,” ucapnya.

Sebagai bentuk respons atas keluhan wali murid, SPPG Lelede kini rutin menyebarkan template menu harian melalui media sosial resmi. Template tersebut memuat foto menu, rincian gizi, serta harga tiap komponen makanan.

“Kalau kita upload template di Instagram, pasti ada saja yang komplain di kolom chat. Tapi itu justru jadi bahan evaluasi kami,” jelas Dadang.

Ia menambahkan, sejak awal penyaluran MBG, pihaknya lebih mengutamakan komunikasi langsung dengan sekolah melalui guru atau penanggung jawab penerima MBG di masing-masing satuan pendidikan.

“Kami terus membuka ruang komunikasi dan melakukan evaluasi atas keluhan yang terjadi di lapangan,” tutupnya.

Terkait kualitas, SPPG Lelede menjamin seluruh bahan makanan menggunakan standar terbaik. Proses pengolahan hingga distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat.

“Kami pastikan bahan berkualitas, dimasak tepat waktu, suhu terjaga, dan supplier harus memiliki sertifikat yang masih berlaku,” katanya.

Selain itu, SPPG juga berupaya menyesuaikan menu dengan preferensi siswa, guru, dan wali murid tanpa mengabaikan batas anggaran serta standar kecukupan gizi.

Memasuki bulan Ramadan, Dadang memastikan penyaluran MBG tetap berjalan setiap hari tanpa sistem rapel hingga Idulfitri, dengan variasi menu yang berbeda setiap harinya.

“Selama Ramadan, penyaluran tetap setiap hari sampai Idulfitri dan menunya berganti-ganti,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....