Satu Juta Lebih Warga NTB Sudah Cek Kesehatan Gratis

  • 25 Feb 2026 14:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif. Hingga 21 Februari 2026, capaian partisipasi masyarakat telah menyentuh 26,13 persen dari target nasional sebesar 36 persen.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, mengatakan pemerintah pusat menargetkan sekitar 2.063.199 warga NTB mengikuti program tersebut.

“Dari data terakhir di aplikasi Satu Sehat, capaian kita sudah 26,13 persen sekitar satu juta lebih. Artinya antusiasme masyarakat cukup baik, meski tetap harus kita tingkatkan,” kata Fikri kepada RRI, Rabu, 25 Februari 2026.

Dengan capaian itu, NTB menempati posisi 10 besar dari 38 provinsi dalam pelaksanaan CKG. Adapun provinsi dengan capaian tertinggi masih didominasi wilayah Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Secara kumulatif, jumlah peserta yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan mencapai sekitar 412 ribu orang. Sementara itu, jika dihitung berdasarkan persentase capaian terhadap total sasaran, jumlahnya telah melampaui satu juta orang.

Fikri merinci, kelompok usia anak sekolah menjadi peserta terbanyak dengan persentase kehadiran 39,58 persen. Disusul kelompok dewasa 24,16 persen dan lanjut usia 22,51 persen. Untuk bayi baru lahir tercatat 14,77 persen dan balita prasekolah 11,59 persen.

“Tertinggi memang anak sekolah. Ini menunjukkan pendekatan melalui institusi pendidikan cukup efektif,” katanya.

Menurut Fikri, program CKG memiliki dampak strategis, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Pemeriksaan kesehatan secara berkala memungkinkan deteksi dini penyakit sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Kalau masyarakat sehat, produktivitas meningkat. Ini berdampak langsung pada aspek ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ia menyebut angka kesakitan di NTB saat ini berada di kisaran 19 persen. Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka tersebut melalui penguatan layanan promotif dan preventif, termasuk optimalisasi CKG.

Fikri juga mengimbau masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan agar segera memanfaatkan program ini. Ia menegaskan layanan CKG merupakan program nasional yang mudah diakses dan tidak lagi dibatasi momentum tertentu, seperti hari ulang tahun.

“Masyarakat tidak perlu takut memeriksakan diri. Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan lebih sederhana. Idealnya pemeriksaan dilakukan minimal enam bulan sekali,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....